Alasannya, perilaku konsumen tak lagi seperti kala belum mengenal pandemi virus corona dan lebih memilih belanja secara online.
"Kalau kami buka new normal nanti 15 Juni di Jakarta, apakah semua orang ramai-ramai akan ke sana? Menurut saya itu nggak akan terjadi. Walaupun mereka rindu ke mall, ada hal-hal yang perlu mereka pertimbangkan," ucap Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan lewat video conference pada Selasa (9/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, ia menyebut hal tersebut bukan lah alasan untuk tak mempersiapkan diri sebaik mungkin menyambut pengunjung dalam normal baru nantinya.
Dia meyakinkan pusat perbelanjaan di ibu kota akan menyediakan fasilitas yang sesuai dengan protokol kesehatan arahan pemerintah. Sistem jual-beli nirsentuh (touchless) pun tengah digodok sehingga pengunjung tidak perlu khawatir harus berinteraksi dengan penyedia jasa secara langsung.
[Gambas:Video CNN]
Tak hanya untuk pembayaran, pemesanan makanan juga nantinya dapat sepenuhnya dilakukan lewat teknologi. Menyadari kemampuan teknologi masyarakat yang tak merata, ia bilang bantuan akan disediakan selama masa transisi. Praktik jaga jarak aman pun akan diterapkan di dalam lift dan eskalator.
"Sanitasi sarana dan prasarana itu menjadi kewajiban dan ini yang jadi ada perubahan fungsi. Kalau kita lihat, dulu fungsi cleaning service ada pembersihan, sekarang sudah berubah, dia jadi petugas untuk menyanitasi semuanya supaya menjaga keamanan," pungkasnya.