"Pertumbuhan PDB kuartal I sebagian besar berbalik pada sisi negatifnya, dengan indikator-indikator frekuensi tinggi pada April dan Mei menunjukkan gangguan parah pada kuartal II. China tampaknya menjadi pengecualian utama," ujar Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF Geoffrey Okamoto, dilansir Antara, Rabu (10/6).
"Beberapa negara juga mengalami kesulitan menahan penyebaran pandemi covid-19, yang berimplikasi pada prospek ekonomi mereka sendiri," katanya melanjutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Okamoto menilai pertumbuhan ekonomi China tidak lepas dari tindakan-tindakan yang cepat dan tegas untuk menahan penyebaran virus corona. Langkah itu memungkinan Negeri Tirai Bambu menjadi stabil.
Okamoto berharap pandemi virus corona bisa segera usai, sehingga negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik bisa mencatat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan, seperti yang dialami China.
Sementara itu, Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Changyong Rhee mengatakan ketika China menerapkan dan mulai melonggarkan kebijakan lockdown, kinerja kuartal I China sejalan dengan perkiraan IMF. Tetapi, untuk banyak ekonomi Asia lainnya, angka kuartal I lebih buruk dari yang diperkirakan.
Tetapi, untuk kuartal II, Rhee mengatakan China tidak akan kebal dari perlambatan ekonomi dunia. Meskipun ekonomi China tetap bertumbuh dengan angka yang relatif rendah.
[Gambas:Video CNN]
(jal/bir)