Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara (Sumut) Chairuddin mengungkap kenaikan tagihan karena penggunaan yang ikut naik.
"Saat ini banyak berkembang rumor di masyarakat bahwa melonjaknya tagihan listrik akibat adanya kenaikan tarif. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah karena pemakaiannya yang naik sehingga terjadi lonjakan tagihan," ujarnya, Rabu (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan work from home yang diberlakukan dalam rangka menekan pandemi covid-19 menyebabkan PLN tidak melakukan pencatatan meter, sehingga tagihan rekening April menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian tiga bulan sebelumnya (rekening Januari, Februari dan Maret).
"Sampai rekening bulan Mei masih menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian tiga bulan sebelumnya. Sementara pemakaian bulan Mei (rekening listrik Juni) dilakukan pencatatan meter untuk mencatat angka kwh meter secara riil. Sehingga tagihan rekening Juni merupakan tagihan riil ditambah dengan selisih akumulasi pemakaian bulan sebelumnya, yang dicatat menggunakan rata-rata tiga bulan," jelasnya.
"Karena terjadi bersamaan dengan pemberian diskon atau gratis rekening listrik kepada pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA bersubsidi, maka dikira PLN melakukan subsidi silang. Jadi tidak ada subsidi silang," pungkasnya.
Karena itu, untuk melindungi pelanggan Rumah Tangga yang tagihan listriknya melonjak pada bulan Juni, PLN memberikan solusi melalui kebijakan skema perlindungan lonjakan tagihan rekening listrik untuk meringankan beban pembayaran listrik pelanggan.
"Jika pada Juni terjadi kenaikan tagihan lebih dari 20 persen terhadap tagihan rekening listrik bulan sebelumnya yang menggunakan perhitungan pemakaian rata-rata 3 bulan terakhir, maka pelanggan berhak mendapat perlindungan lonjakan tagihan listrik dengan hanya membayar tagihan bulan Juni ditambah 40 persen dari selisih tagihan bulan sebelumnya saat menggunakan rata-rata pemakaian 3 bulan. Kemudian 60 persen sisanya dicicil selama 3 bulan (rekening Juli, Agustus dan September)," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(fnr/age)