Berdasarkan data Rystad Energy, capex perusahaan minyak global terpangkas US$64 miliar.
"Penurunannya 22,6 persen dari US$243 miliar menjadi US$179 miliar," ujarnya dalam diskusi yang digelar Asosiasi Perusahaan Pemboran Migas dan Gheotermal Indonesia (APMI), Kamis (11/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya covid-19, hal lain yang turut membuat banyak perusahaan mengoreksi capital expenditure-nya pada 2020 adalah penurunan harga minyak dunia. Hal tersebut berdampak pada kegiatan di hulu migas seperti seismik 2D, seismik 3D, development wells drilling, exploration wells drilling, workover dan well service.
"Produksi gas juga akan turun karena obsteker mengurangi demand dari user dan end user berkurang jadi produksi juga otomatis turun," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(hrf/age)