Sunarso mengungkapkan, di tengah pandemi ini penguatan pangan menjadi hal yang sangat krusial dan BRI sebagai bank yang memiliki fokus terhadap pemberdayaan UMKM berkomitmen mendukung program program pemerintah terkait hal tersebut.
"Sebagai bukti nyatanya adalah BRI salah satu bank penyalur KUR, dimana hingga akhir Mei komposisi penyaluran KUR BRI pada sektor pertanian telah mencapai lebih dari 30% dan untuk sektor produksi pada KUR Mikro telah melebihi 60%," papar Sunarso.
Dalam kesempatan tersebut, Sunarso menyerahkan secara simbolis kredit KUR senilai Rp 50 juta untuk dua peserta perwakilan dan bantuan dari Yayasan Baitul Mal BRI (YBM BRI) senilai Rp 1,6 M kepada 31 kelompok tani peserta program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) yang bergerak di bidang pertanian horticultural.
![]() |
Usai berdialog dengan masyarakat, rombongan mengunjungi Rice Mill milik nasabah BRI sekaligus Agen BRILink yang sudah dilengkapi dengan EDC. Selanjutnya rombongan bergerak turun ke sawah untuk berbincang langsung dengan petani. Merespon permintaan salah seorang petani yang merasa aktivitas pertaniannya terkendala saat kemarau tiba, Sunarso memberikan bantuan CSR bina lingkungan berupa pengadaan pompa air.
![]() |
"Menghadapi kondisi yang penuh tantangan seperti saat ini, BRI masih optimistis hingga akhir tahun Perseroan dapat mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah," lanjut Sunarso.
BRI terus mendorong agar KUR secara nasional tetap tumbuh secara sehat yakni dengan melakukan selective growth terhadap beberapa sektor produksi yang terus menggeliat, seperti pertanian dan kesehatan. Selain itu, BRI juga telah melakukan loan digitalization sehingga meski ditengah imbauan penerapan protokol kesehatan dan physical distancing tenaga pemasar BRI tetap dapat beraktivitas dengan aman.
"Saat ini kami tengah mempersiapkan skema kredit baru bagi pelaku UMKM dengan tujuan agar setelah pandemi ini berlalu mereka bisa segera bangkit dan kembali mampu menggerakkan roda perekonomian nasional," ujar Sunarso.

