Karenanya, ia telah meminta alokasi capex PLN yang mencapai Rp100 triliun dipotong 30 hingga 40 persen. Sebab, ia menengarai terkadang anggaran capex dapat dipakai untuk proyek yang tidak jelas supply chain dan kebutuhannya.
"Ini salah satu capex PLN yang kami tinjau. Mudah-mudahan tidak ada yang main proyek. Kalau ada nanti biasa lah kena batunya," ujar Erick dalam konferensi pers, Jumat (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Penyebab Tagihan Listrik Naik Versi PLN |
"Jadi service ke customer terus ditingkatkan. Ini bukan era 'oh, butuh listrik ya datang ke sini,'"ujarnya.
Sebagai informasi, pada Maret lalu, perseroan mengumumkan alokasi belanja tahun ini mencapai Rp90 triliun. Hingga 2024, perseroan diperkirakan membutuhkan Rp400 triliun untuk membangun infrastruktur listrik seperti transmisi dan pembangkit listrik.
(uli/sfr)