Seperti diketahui, Erick mengganti Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto dengan Entus Asnawi Mukhson yang sebelumnya merupakan Direktur Keuangan Adhi Karya.
Lalu, Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat digantikan Novel Arsyad yang pernah menduduki kursi Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sistem Wijaya Karya. Kemudian, Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo diganti Budi Harto yang sebelumnya Direktur Utama Adhi Karya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini untuk check and balance agar tidak ada pemikiran BUMN dipimpinan saya itu ibarat 'menara gading'. Saya yang pilih, saya yang teken, kan ini demi kepentingan bersama," katanya.
Tak hanya Basuki, Erick bahkan juga melibatkan pihak-pihak lain. "Saya punya jaringan, sehingga saya bisa dapat input yang lebih luas," imbuhnya.
"Ya ini tergantung talent pool di dalamnya. Saya rasa, saya banyak beri kesempatan (kepada pegawai karir di BUMN). Banyak juga direksi yang sudah jadi dari dalam, jadi saya komit (beri kesempatan)," ungkapnya.
Kendati begitu, Erick menyatakan kementerian akan berusaha menjaring lebih banyak talenta potensial dari luar BUMN ke depan. Tujuannya, agar sumber talenta perusahaan negara kian luas, beragam, dan bisa mendapatkan yang terbaik.
"Saat ini hanya 10 persen (ketentuan) bisa rekrutmen dari luar, sekarang saya mau ubah jadi 30 persen boleh dari luar, supaya seru, supaya ada talent pool yang besar, ada persaingan sehat," tuturnya.
"Sekarang sudah tidak ada lagi 'direktur ini harganya segini', tidak ada lagi itu. Kalau ada di Kementerian (BUMN), ya saya copot juga," pungkasnya.
(uli/sfr)