"Nanti, dari Telkom sendiri, saya bocorkan mungkin, salah satu direksinya usianya di bawah 40 tahun," ujar Erick dalam diskusi virtual melalui akun instagram IDNTimes pada Sabtu (13/6) kemarin.
Rencananya, pergantian direksi dilakukan saat rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan pada pekan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erick ingin kalangan milenial mendapatkan dukungan apabila ingin melakukan perubahan yang lebih baik. Dalam hal ini, ia mau perubahan BUMN harus didasari oleh prinsip AKHLAK yaitu kependekan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif, dan Harmonis.
Karenanya, ia tak segan untuk melibatkan milenial dalam rapat secara langsung sembari menjadi mentor. Selain itu, juga ada program magang dan kolaborasi riset dan pengembangan dengan generasi muda.
[Gambas:Video CNN]
Beberapa pekan terakhir, Erick telah merombak direksi dan komisaris sejumlah perusahaan pelat merah seperti PT Pertamina (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Dalam wawancara terpisah, Erick mengatakan pemilihan komisaris dan direksi BUMN terbuka untuk semua pihak. Syaratnya, memenuhi kriteria kebutuhan, memiliki akhlak, dan mampu mengejar target perusahaan.
Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan anggota direksi yang mumpuni, Erick membuka pintu bagi sumber daya manusia di luar BUMN. Hal itu dilakukan agar sumber talenta perusahaan negara kian luas, beragam, dan bisa mendapatkan yang terbaik.
"Saat ini hanya 10 persen (ketentuan) bisa rekrutmen dari luar, sekarang saya mau ubah jadi 30 persen boleh dari luar, supaya seru, supaya ada talent pool yang besar, ada persaingan sehat," tutur Erick pada Jumat (11/6) lalu.