Sementara daya beli buruh bangunan, potong rambut, dan asisten rumah tangga turun karena peningkatan harga kebutuhan atau inflasi pada bulan lalu. Kepala BPS Suhariyanto mencatat tingkat daya beli buruh tani tergambar dari perhitungan upah riil yang naik 0,21 persen dari Rp52.214 menjadi Rp52.321 per hari.
Sementara upah nominal yang mencerminkan tingkat pendapatan naik 0,14 persen dari Rp55.318 menjadi Rp55.396 per hari. "Upah buruh masih meningkat karena indeks konsumsi rumah tangga mengalami deflasi sebesar 0,07 persen pada bulan lalu di pedesaan," katanya, Senin (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula dengan daya beli asisten rumah tangga yang turun 0,06 persen karena upah riil turun dari Rp400.554 menjadi Rp400.327 per bulan. Pasalnya, upah nominal hanya naik 0,01 persen dari Rp419.780 menjadi Rp419.822 per bulan.
Sementara inflasi nasional sebesar 0,07 persen secara bulanan pada Mei 2020. Sedangkan inflasi tahun berjalan sebesar 0,9 persen dan secara tahunan 2,19 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah tarif angkutan udara dengan andil 0,08 persen, bawang merah 0,06 persen, dan daging ayam ras 0,03 persen. Lalu, daging sapi serta rokok kretek filter masing-masing andilnya 0,01 persen.
(uli/agt)