Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi mengatakan KPM yang menerima BLT mayoritas merupakan masyarakat desa yang kehilangan mata pencaharian akibat pandemi virus corona atau covid-19. Selain itu, juga diterima oleh perempuan kepala keluarga (pekka) sebanyak 1.887.116 KPM.
"Sisanya 272.491 KPM yang anggotanya menderita penyakit kronis dan menahun," ungkap Budi kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total kabupaten/kota yang sudah mengesahkan penerima BLT Dana Desa sebanyak 423 daerah atau 97 persen dari 434 daerah," katanya.
Pada penyaluran BLT Dana Desa, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp600 ribu per KPM per bulan. Bantuan diberikan selama tiga bulan dalam rangka meringankan beban ekonomi di tengah pandemi corona.
Secara total, pemerintah mengestimasikan anggaran Dana Desa yang digunakan untuk BLT akan mencapai Rp22,22 triliun pada tahun ini. Anggaran untuk cukup untuk memberikan BLT Dana Desa kepada 12,34 juta KPM.
Hanya saja, Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar sempat memperkirakan jumlah penerima BLT Dana Desa kemungkinan akan berkurang menjadi sekitar 8 juta KPM saja. Ini terjadi karena ada beberapa orang yang sudah tidak masuk data calon penerima setelah dikeluarkan karena tidak lagi masuk kriteria.
(uli/agt)