Pelaksana tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan Pengelolaan dan Risiko Kementerian Keuangan (SUN DJPPR Kemenkeu) Deni Ridwan menjelaskan percepatan dilakukan karena pemerintah membutuhkan dana untuk memberikan stimulus fiskal kepada sejumlah pihak yang terdampak virus corona, baik itu pelaku usaha maupun masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Kalau masyarakat membeli ORI, ini artinya membantu pemerintah untuk sediakan dana yang bisa digunakan untuk membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Ini sifatnya tolong menolong. Bagi yang memiliki dana lebih investasi di ORI, dananya bantuk UMKM. Jadi seperti subsidi silang," papar Deni dalam video conference, Senin (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kesempatan ini, Deni bilang pemerintah pun memanfaatkannya dengan merilis ORI lebih cepat dari biasanya. Ia menjelaskan investor tak mungkin berlama-lama memegang dana secara tunai demi mengurangi kerugian dalam berinvestasi di tengah pandemi virus corona.
Pemerintah juga melihat dana nasabah di perbankan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, potensi masyarakat untuk membeli ORI dinilai besar.
[Gambas:Video CNN]
"Biasanya pemerintah merilis ORI pada Oktober atau November, tapi ini dipercepat jadi Juni. Ini karena ada referensi investor ingin berinvestasi di aset yang aman tapi tetap bisa dicairkan di tengah waktu. ORI ini bisa," jelas Deni.
Masyarakat bisa mulai membeli ORI seri 017 mulai hari ini hingga 9 Juli 2020 mendatang dengan nilai minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar. ORI seri 017 ini akan jatuh tempo pada 15 Juli 2023 mendatang, tetapi bunga akan dibayarkan setiap tanggal 15 setiap bulan.
Di sini, pemerintah bekerja sama dengan 25 mitra distribusi untuk melayani pemesanan pembelian ORI 017. Beberapa mitra tersebut, yakni PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Investree Radhika Jaya (Investree), dan PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku). (aud/agt)