Nicke menyebut ada pihak yang menyebut Pertamina tak adil. Ketika harga minyak dunia, Pertamina dituduh sigap dengan langsung menaikkan harga minyak.
Tapi ketika minyak dunia turun, Pertamina tak langsung menurunkan harga jual BBM .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nicke juga menuturkan bahwa Pertamina menaikkan harga jual karena harus tetap mempertahankan operasional kilang minyak dalam negeri dan menjaga keberlangsungan industri hulu migas.
"Faktanya hari ini memang kami menghasilkan produk hulu migas di seluruh operator lebih mahal dibanding yang dihasilkan oleh Amerika. Karena Amerika over supply," terangnya.
Nicke mengakui bahwa harga produksi BBM memang lebih mahal ketimbang impor namun menurutnya hal itu juga diperlukan untuk kemandirian energi ke depan.
"Kita harus melihat jangka panjang tentang ketahanan dan kemandirian energi. Bayangkan kalau kita hanya mengandalkan impor, karena di luar negeri murah. Oke kita andalkan impor nggak usah bikin sendiri, kalau negara itu lock down, tidak mengirimkan BBM-nya, apa yang terjadi?" kata Nicke.
(hrf/agt)