Nantinya produk yang dihilangkan mengacu pada ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengenai pembatasan Research Octane Number (RON) atau oktan BBM berkadar rendah yang tak ramah lingkungan.
"Ada regulasi KLHK yang menetapkan bahwa untuk menjaga polusi udara ada batasan di RON berapa, di kadar emisi berapa. Jadi nanti yang kami prioritaskan produk yang ramah lingkungan," kata dia dalam diskusi virtual, Senin (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nicke mengatakan, saat ini Pertamina masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait produk BBM mana saja yang akan dihapus. Meski tak menyebut produknya, ia menekankan akan mendorong masyarakat menggunakan BBM ramah lingkungan.
"Untuk mendukung lingkungan yang lebih sehat dan bersih ke depannya saya ingin masyarakat menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan, tentu kami juga akan menyediakan yang lebih banyak lagi yang terjangkau," ucapnya
Dengan mengurangi produk BBM, lanjut Nicke, perusahaan juga bisa biaya penyaluran atau distribusi BBM ke berbagai daerah juga bisa berkurang dan harga BBM bisa lebih murah. "Jadi itu arahnya dan sedang kami koordinasikan dengan pemerintah," pungkas Nicke.
(hrf/agt)