"Pembukaan mal dapat dilaksanakan sesuai rencana, yaitu pada 16 Juni 2020 dengan kapasitas 50 persen dan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan," ujar Idris seperti dikutip dari Antara, Selasa (16/6).
Idris mengatakan protokol kesehatan akan dilaksanakan dengan ketat. Pengelola mal yang melanggar protokol kesehatan akan diberi sanksi berupa penutupan kembali. Sebab, ia tak mau pemulihan perekonomian nantinya malah mencederai kesehatan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mal lainnya, Gandaria City tampak lengang pada hari pertama pembukaan. Sama halnya dengan Taman Mini Square, pengunjung disambut dengan QR code atau kode unik yang wajib dipindai lewat ponsel masing-masing sebelum masuk dan saat meninggalkan mall.
QR code tersebut secara otomatis menghitung jumlah pengunjung yang masuk di dalam mal dalam waktu yang bersamaan, sehingga pengelola dapat membatasi jumlah pengunjung.
Sementara untuk pengecekan suhu tubuh, pengecekan suhu tubuh tak dilakukan satu per satu melainkan secara massal. Terletak di dalam mal, termal scanner sekaligus memonitor suhu tubuh siapa pun yang melewati mesin tersebut.
Di layar dapat secara langsung suhu setiap pengunjung terpampang. Ia bilang jika terpantau ada pengunjung yang melewati suhu 37,5 derajat celsius, pengelola mal terpaksa harus meminta pengunjung meninggalkan mall.
Seluruh tenant atau gerai terpantau dibuka kecuali gerai mainan anak-anak, salon, dan bioskop.
(vws/sfr)