Ketua APPBI Stefanus Ridwan mengatakan salah satunya hoaks berkaitan dengan penerapan sistem QR Code kepada pengunjung mal. Dalam kabar disebutkan sistem ini memungkinkan mal bisa mencatat ke toko atau tenant mana saja pengunjung ketika beraktivitas di mal.
Bila tiba-tiba pengunjung terdeteksi positif terjangkit virus corona atau covid-19, maka mereka yang sempat berada di satu kawasan dengan pengunjung terjangkit harus melakukan karantina mandiri. Dengan begitu, sistem QR Code ini bisa menjadi tracing untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stefanus meminta seluruh pihak, mulai dari pengelola mal, toko, pengunjung, pemerintah, satpol PP hingga penegak hukum untuk sama-sama memerangi hoaks itu.
"Ini harus kita bantah sama-sama supaya itu nanti jangan dijadikan ganjelan," ujarnya.
Sekitar 80 mal pada Senin (15/6) kemarin setelah tiga bulan tutup karena virus corona. Ridwan menambahkan selain 80 itu, sejumlah mal akan menyusul buka mulai 18 Juni nanti.
"Mal-mal di Sedayu akan menyusul juga pada 18 Juni nanti. Begitu juga saya kira di seluruh Indonesia," tuturnya.
Menurut catatannya, hampir semua mal di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bali, Bandung, Jawa Tengah, Solo, Surabaya, dan Malang yang sudah buka. Dengan begitu, ia memperkirakan aktivitas ekonomi di mal-mal akan mulai berjalan efektif pada minggu ini.
"Sumatera Utara, sudah 19 mal buka di sana. Di Bali, semua buka kecuali dua mal di Seminyak dan Plaza Renon di sana belum buka," terangnya.