Buwas Bakal Pecat 100 Pegawai Karena Terindikasi Mafia Beras

CNN Indonesia | Kamis, 25/06/2020 15:45 WIB
Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mengaku terdapat potensi terjadinya gagal panen pertanian komoditas beras. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut alasan utama gagal panen padi adalah akibat cuaca yang kurang kondusif saat ini. Dirut Bulog Budi Waseso akan memecat 100 pegawai karena terindikasi sebagai bagian dari jaringan mafia beras. (CNN Indonesia/Aria Ananda).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso bakal memecat 100 pegawai perusahaan yang terindikasi sebagai bagian dari jaringan mafia beras. Pemecatan merupakan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja perusahaan ke depan. 

"Apakah benar Pak Buwas akan memecat 100 karyawan Bulog? Potensinya, iya," tutur Buwas, sapaan akrabnya, saat rapat bersama Komisi IV DPR, Kamis (25/6). 

Buwas mengatakan potensi pemecatan 100 pegawai ini berasal dari temuan di internal perusahaan. Hasilnya, ada indikator kinerja yang tidak sesuai. 


Selain itu, 100 pegawai ini juga diduga melakukan perbuatan yang terindikasi dengan jaringan mafia beras.

Padahal, selama ini, Bulog berusaha memberantas para mafia yang telah merusak citra perusahaan dan tata kelola komoditas beras nasional. 

Sayangnya, ia tidak mengelaborasi lebih rinci soal dugaan persekongkolan pegawai Bulog dengan mafia beras tersebut. Begitu pula dengan jaringan mafia yang bekerja sama dengan pegawai perusahaan. 

"Orang-orang yang sudah sulit diubah. Berpikirnya sudah luar biasa, justru ini bagian dari mafia itu yang ada di internal Bulog," jelasnya.

Saat ini, perusahaan masih melakukan evaluasi mendalam. Bahkan, evaluasi juga turut melibatkan pihak eksternal perusahaan, yaitu Kepolisian (Polri). 

"Saya sedang minta bantuan kajian hukum dari Polri mengenai permasalahan ini, jadi saya minta menganalisa karena ini memang harus. Ini bukan berarti saya galak, bukan," terang dia.

Buwas berharap bila pemecatan benar-benar dilakukan, hal ini bisa menjadi solusi bagi perbaikan kinerja Bulog ke depan. Sebab, bila dipertahankan, ia khawatir 100 pegawai ini justru terus membebani perusahaan. 

Kendati begitu, Buwas menyatakan bakal terus mereformasi tata kelola perusahaan. Ia pun meminta masyarakat tidak khawatir dengan kinerja Bulog ke depan. 

"Sekarang perusahaan ini terbebani oleh manusia-manusia yang seperti itu, tapi tidak seluruhnya. Justru yang kecil ini harus kita bersihkan karena kalau tidak menular jadi penyakit menular," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)