Tagihan Listrik Artis Kartika Putri Bengkak Jadi Rp17 Juta

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 19:20 WIB
PT PLN (Persero) memastikan tidak akan menaikkan tarif listrik meski mendapatkan tekanan dari pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Artis Kartika Putri mengeluh tagihan listrik rumahnya melonjak hingga Rp17 juta. Padahal, biasanya berkisar Rp6 juta sampai Rp7 juta per bulan.Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Artis Kartika Putri mengeluh tagihan listrik rumahnya yang tiba-tiba melonjak hingga Rp17 juta. Padahal, ia biasa membayar tagihan listrik rumah berkisar Rp6 juta sampai Rp7 juta per bulan.

Hal itu ia ungkapkan di akun Instagram pribadinya Kamis (9/7) kemarin. Kartika pun meminta penjelasan kepada PT PLN (Persero).

"Per bulan biasanya Rp6 juta-Rp7 juta kenapa bulan ini bisa sampai Rp17 jutaan ya. Mohon penjelasannya ya bang @infopln @pln_id @pln123_official," tulis Kartika di akun media sosialnya, dikutip Jumat (10/7).


Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bulungan Aji Lesmana mengungkapkan lonjakan tagihan listrik Kartika disebabkan ada akumulasi tagihan dari Mei hingga Juni 2020. Pada bulan tersebut, PLN menentukan tagihan listrik dengan menghitung berdasarkan rata-rata pemakaian tiga bulan sebelumnya.

"Tagihan sebesar Rp16.964.705 ialah tagihan rekening listrik untuk Mei dan Juni 2020 beserta biaya keterlambatan. Untuk angka stand meter pelanggan sudah sesuai dengan pembacaan petugas yang dicatat di sistem," ucap Aji dalam keterangan resmi.

Ia bilang jika konsumen membayar tagihan listrik lewat dari tanggal jatuh tempo dan tagihan rekening bulan berikutnya telah terbit, maka tagihan yang belum dibayar otomatis akan terakumulasi. Tanggal jatuh tempo pembayaran listrik adalah tanggal 20 setiap bulannya.

Tagihan Listrik Artis Kartika PutriTagihan Listrik Artis Kartika Putri. (Screenshoot Via Instagram kartikaputriworld).

Kartika bukan artis pertama yang mengeluhkan lonjakan tagihan listrik. Sebelumnya ada pula Arnold Poernomo atau Chef Arnold yang juga mengeluh karena tagihannya membengkak dari Rp2,5 juta menjadi Rp10 juta.

"PLN mengimbau kepada pelanggan bahwa untuk menghindari sanksi atas keterlambatan pembayaran tagihan listrik bulanan, pelanggan dapat melakukan pembayaran tagihan mulai awal setelah rekening listrik bulanan terbit hingga batas akhir pembayarannya di tanggal 20," terang Aji.

Tak lama setelah kejadian tersebut, PLN UID Jawa Timur tiba ke kediaman Arnold di Surabaya. PLN UID Jawa Timur telah mengonfirmasi kejadian lonjakan tagihan listrik yang terjadi di rumah Arnold.

Manager PN ULP Ngagel Iva Parastutik mengatakan permasalahan lonjakan listrik di rumah Arnold karena penghentian sementara petugas baca meter ke lapangan selama pandemi virus corona.

Penghentian dilakukan sejak akhir Maret hingga Mei 2020. Saat itu, tagihan dihitung berdasarkan rata-rata pemakaian 3 bulan sebelumnya.

Dengan demikian, selisih pemakaian tersebut terakumulasi ke dalam tagihan Juli 2020 karena akhir Juni angka stand meter sudah bisa dibaca petugas. Iva mengungkapkan telah menemui Arnold dan sudah memberikan penjelasan tagihan listrik secara langsung.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)