Resesi Singapura, Ekonomi Minus 42,9 persen pada Kuartal II

CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 13:23 WIB
Singapura resmi masuk jurang resesi, setelah mencatat pertumbuhan ekonomi 42,9 persen pada kuartal II. Lebih parah dari proyeksi sebelumnya. Singapura resmi masuk jurang resesi, setelah mencatat pertumbuhan ekonomi 42,9 persen pada kuartal II. Lebih parah dari proyeksi sebelumnya. (AFP/Roslan Rahman).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ekonomi Singapura resmi masuk ke jurang resesi setelah mencatat minus 42,9 persen pada kuartal II 2020. Realisasi itu lebih dalam dari data awal Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) yang memprediksi pertumbuhan ekonomi negeri jiran anjlok 41,2 persen pada kuartal II 2020.

Mengutip AFP, Selasa (11/8), penguncian wilayah atau lockdown di Singapura untuk mencegah penularan virus corona telah menghantam ekonomi di negara tersebut. Pasalnya, ekonomi Singapura bergantung dengan perdagangan dan pariwisata global.

Data pemerintah Singapura menunjukkan ekonomi negara tersebut menyusut 13,2 persen sepanjang April-Juni 2020. Angkanya itu lebih dalam dari perkiraan awal sebesar 12,6 persen.


Dengan realisasi ini, Singapura resmi masuk ke jurang resesi. Sebab, negara tersebut juga tercatat minus pada kuartal I 2020 sebesar 0,7 persen.

Resesi yang dialami Singapura merupakan pertama kalinya sejak 2009 lalu. Pada saat itu, ekonomi Singapura terpukul oleh krisis keuangan global.

Realisasi ekonomi Singapura kuartal kedua ini lebih buruk dari prediksi awal yang merupakan alarm bagi negara Asia lainnya, khususnya bagi negara-negara yang bergantung pada sektor perdagangan.

Sementara, Pemerintah Singapura memperkirakan ekonomi Singapura berkontraksi sekitar 5 persen sampai 7 persen. Angkanya lebih parah dari ramalan awal yang berada di sekitar 4 persen sampai 7 persen.

"Banyak mitra dagang Singapura yang mengalami gangguan ekonomi lebih buruk dari yang diproyeksikan pada kuartal II 2020," ucap Kementerian Perdagangan Singapura dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (11/8).

Kementerian Perdagangan Singapura memprediksi beberapa mitra dagang juga akan melakukan pemulihan ekonomi secara bertahap pada semester II 2020. Hal ini dikarenakan masih ada ancaman penularan virus corona secara global dan butuh pembatasan untuk meminimalisir hal tersebut.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong memperingatkan krisis akibat pandemi virus corona masih jauh dari selesai. Masalahnya, penularan virus corona di beberapa negara justru kembali meningkat setelah sempat berhasil mengendalikan hal tersebut.

Sejauh ini, Singapura melaporkan sudah lebih dari 55 ribu orang terinfeksi virus corona. Sementara, 27 orang meninggal akibat wabah tersebut.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)