Mulan Jameela Usul Harga Pertamax Sama dengan Premium

CNN Indonesia | Senin, 31/08/2020 19:52 WIB
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra usul ke Pertamina agar harga Pertamax sama dengan premium di tengah wacana penghapusan BBM berkadar RON rendah. Mulan Jameela usul agar harga pertamax bisa disamakan dengan premium. (Detikcom/Hanif Hawari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Gerindra Mulan Jameela mengusulkan ke PT Pertamina (Persero) agar bisa menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax supaya setara dengan harga Premium. Usul ini diberikan di tengah wacana penghapusan BBM berkadar RON rendah dan situasi pandemi virus corona atau covid-19.

Anggota badan legislatif yang juga dikenal sebagai artis itu mulanya mempertanyakan bagaimana perkembangan kajian Pertamina terhadap rencana penghapusan BBM dengan kadar RON rendah. Wacana ini merupakan keinginan dari Menteri BUMN Erick Thohir agar produk BBM Pertamina tidak terlalu banyak sehingga efisien.

Saat ini, jenis BBM Pertamina yang berkadar RON rendah adalah Premium dan Pertalite. Premium berkadar RON 88 dan Pertalite 90, sedangkan Pertamax merupakan RON 92.


"Sejauh mana Pertamina sudah melakukan pengkajian yang mendalam dan lebih luas terhadap masyarakat terkait rencana penghapusan Premium dan Pertalite ini?" tanya Mulan saat rapat antara Komisi VII DPR dengan jajaran manajemen Pertamina, Senin (31/8).

Selanjutnya, Mulan meminta agar BUMN itu bisa memberi gambaran hitung-hitungan harga dan dampak dari penghapusan Premium dan Pertalite kepada masyarakat. Sebab, menurutnya, hal ini akan mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di tengah pandemi covid-19.

"Apakah Pertamina sudah menghitung dampaknya ke masyarakat mengingat saat ini sedang ujian pandemi covid-19 karena apabila Premium dan Pertalite dihapus tentu akan berdampak yang tidak baik untuk masyarakat," katanya.

Atas hal ini, Mulan pun memberi usul bila wacana penghapusan Premium dan Pertalite jadi dilakukan, maka tidak ada salahnya bila Pertamina mengkaji kemungkinan penurunan harga Pertamax. Bahkan, bila mungkin membuat harga Pertamax setara dengan Premium.

[Gambas:Video CNN]

"Masukan dari saya, apabila betul Premium dan Pertalite dihapus apa memungkin apabila harga Pertamax bisa diturunkan, mungkin bisa jadi sama dengan harga Premium, mungkin insya Allah itu bisa jadi solusi," ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menanyakan kelanjutan dari kajian penurunan emisi nasional. Indonesia rencananya ingin menurunkan kadar emisi rendah sampai 29 persen pada 2030.

"Memang betul masih lama tapi saya rasa perlu untuk pengawasannya bagaimana realisasinya, sudah sampai sejauh mana realisasi pencapaian targetnya di 2020 ini?" ucapnya.

Terkait pertanyaan dan masukan dari Mulan, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati belum memberikan tanggapan. Tanggapan dari perusahaan pelat merah itu rencananya disampaikan secara tertulis kepada anggota Komisi VII DPR.

Hanya saja, Nicke mengakui Indonesia tertinggal dari negara-negara Asia Tenggara yang sudah tidak menggunakan BBM dengan RON rendah, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, hingga Myanmar. Para negara tetangga itu terendah menggunakan BBM dengan RON 91.

Begitu juga dengan Australia dan India yang paling rendah menggunakan BBM RON 91. Di kawasan Asia, Indonesia hanya senasib dengan China yang masih menggunakan RON di bawah 90, namun Negeri Tirai Bambu itu terendah menggunakan BBM RON 89.

Tak hanya itu, penggunaan jenis BBM di Indonesia pun merupakan yang terbanyak, yaitu mencapai enam produk. Padahal China hanya empat produk.

Sementara negara-negara Asia Tenggara lain hanya dua sampai empat produk. "Itu alasan yang paling kuat kenapa kita perlu review kembali varian BBM kita karena itu benchmark-nya. Maka kita dorong agar konsumen yang mampu beralih ke ron 92, kita sekarang memiliki Program Langit Biru," ungkap Nicke.

Sedangkan di dunia, negara-negara yang masih menggunakan BBM dengan kadar RON di bawah 90 hanya tujuh negara, yaitu Indonesia, Bangladesh, Uzbekistan, Mongolia, Ukraina, Mesir, dan Kolombia.

(uli/agt)