Mensos Siapkan Bantuan Logistik Antisipasi Dampak La Nina

CNN Indonesia | Selasa, 13/10/2020 13:05 WIB
Mensos Juliari Batubara menyiapkan stok bantuan makanan dan peralatan dasar sebagai antisipasi bencana alam akibat fenomena La Nina. Mensos Juliari Batubara menyiapkan stok bantuan makanan dan peralatan dasar sebagai antisipasi bencana alam akibat fenomena La Nina. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sosial Juliari Batubara menyatakan pihaknya telah menyiapkan stok bantuan sebagai antisipasi bencana alam akibat fenomena La Nina. Bantuan ini meliputi makanan hingga peralatan dasar yang dibutuhkan saat bencana alam terjadi.

"Kami ada tiga gudang dan dilengkapi beberapa gudang di provinsi yang bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda)," ungkap Juliari dalam konferensi pers usai rapat terbatas (ratas) secara virtual, Selasa (13/10).

Ia mengatakan stok bantuan untuk masyarakat sengaja dipersiapkan dari sekarang agar jika bencana alam terjadi secara tiba-tiba, pemerintah bisa langsung menyalurkan bantuan ke lokasi bencana alam. Dengan begitu, kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat bisa segera didistribusikan.


"Instruksi Presiden kepada Kementerian Sosial adalah pada saat darurat bencana atau bencana datang, bantuan-bantuan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat terdampak bencana bisa segera didistribusikan," jelas Juliari.

Selain itu, Juliari menjelaskan pihaknya juga telah mengantisipasi tempat pengungsian. Pemerintah akan menyiapkan tempat pengungsian dengan tetap menjaga protokol kesehatan demi menghindari penularan virus corona (covid-19).

"Kalau saat normal mungkin tenda bisa berisi puluhan orang, bahkan kadang bisa ratusan. Tentu kami akan melihat lokasi di lapangan. Lokasi pengungsian sehubungan dengan pandemi tentu akan berbeda dengan pengungsian pada saat normal," imbuh Juliari.

Nantinya, pemerintah juga akan menyiapkan alat proteksi diri di tempat pengungsian. Ini untuk meminimalisir terbentuknya klaster penularan baru di tempat pengungsian.

"Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan apakah mungkin di lokasi pengungsian dilakukan test, apakah rapid test atau PCR. Ini kami akan konsultasi dengan Kementerian Kesehatan," jelas Juliari.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan curah hujan berpotensi naik 20 persen-40 persen akibat fenomena La Nina. Hal ini merupakan prediksi dari BMKG.

"Saya ingin agar semuanya menyiapkan diri mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi" kata Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta jajaran menterinya untuk melihat potensi dampak La Nina terhadap sektor pertanian, perikanan, dan perhubungan. Sebab, curah hujan yang meningkat signifikan akan berdampak pada produksi di sektor-sektor tersebut.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK