Bulog dan Komisi IV DPR RI Kawal Kualitas Beras Bansos

Bulog, CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 14:16 WIB
Bulog dan Komisi IV Bulog meninjau dan memastikan tidak ada penyelewengan penyaluran bansos beras Keluarga Penerima Manfaat di wilayah Jabar. Kunker ini untuk meninjau langsung sekaligus memastikan tidak ada penyelewengan penyaluran bansos beras Keluarga Penerima Manfaat di wilayah Jabar. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja masa reses I ke Kantor BULOG Cabang Subang Jawa Barat guna meninjau langsung kualitas beras Program Bansos tahun 2020 dari Kemensos di wilayah tersebut.

Pimpinan Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kunjungan kerja kali ini difokuskan untuk meninjau langsung sekaligus memastikan tidak ada penyelewengan dalam penyaluran bansos beras Keluarga Penerima Manfaat di wilayah Jabar.

"Kita sudah cek langsung kondisinya di Gudang BULOG tidak ada beras plastik. Isu beras plastik dipastikan dilakukan oknum yang terganggu karena penyaluran bansos menggunakanan beras BULOG, bukan beras mereka," ujar Dedi berdasarkan keterangan resmi, Jumat (16/10).



Percepatan Penyaluran Bansos

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum BULOG Bachtiar menegaskan pihaknya terus memaksimalkan penyaluran program Bansos Beras kepada Keluarga Penerima Manfaat sekaligus memastikan kualitas dan kuantitas beras BULOG di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami sudah menyediakan stok beras sesuai kualitas yang ditentukan untuk program Bansos Beras ini, sampai dengan tanggal 14 Oktober 2020 kami telah menyalurkan Beras Bansos ini sebesar 321.222 ton atau 71 persen dari pagu 3 alokasi."

"Memperhatikan realisasi tersebut maka masih tersisa sebesar 128.778 ton untuk segera disalurkan, untuk itu perlu percepatan penyaluran Bansos Beras ini pada sisa hari di bulan Oktober ini," kata Bachtiar.

Merespons kabar beras plastik, lanjut Bachtiar, tim monitoring dan evaluasi BULOG terus bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri setempat untuk mengusut laporan masyarakat terkait penemuan biji plastik dalam beras bansos.

"Secara tegas meyakinkan bahwa beras yang tercampur dengan biji plastik bukan berasal dari Perum BULOG," ujarnya.

(fef)

[Gambas:Video CNN]