Harga Emas Antam Hari Ini 20 November, Stagnan di Rp973 Ribu

CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 09:05 WIB
Harga jual emas Antam mandek di Rp973 ribu per gram pada perdagangan Jumat (20/11) pagi. Harga jual emas Antam stagnan di level Rp973 ribu per gram pada perdagangan Jumat (20/11) pagi.. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp973 ribu per gram pada Jumat (20/11). Posisi ini tampak stagnan atau menetap dari perdagangan kemarin, Kamis (19/11).

Serupa, harga pembelian kembali (buyback) juga tak bergerak di posisi Rp850 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp536 ribu, 2 gram Rp1,88 juta, 3 gram Rp2,8 juta, 5 gram Rp4,64 juta, 10 gram Rp9,22 juta, 25 gram Rp22,93 juta, dan 50 gram Rp45,79 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp91,51 juta, 250 gram Rp228,51 juta, 500 gram Rp456,82 juta, dan 1 kilogram Rp913,6 juta.


Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX naik 0,17 persen menjadi US$1.864,6 per troy ons. Sedangkan, harga emas di perdagangan spot berkurang 0,09 persen ke posisi US$1.864,89 per troy ons pada pagi ini.

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong mengatakan harga emas berpotensi tertekan penguatan dolar AS. Pagi ini, dolar AS tampak perkasa di hadapan sejumlah mata uang di Asia Pasifik maupun negara maju.

"Saya kira emas masih akan melemah oleh dolar AS yang menguat, serta dengan absennya sentimen atau berita yang bisa mendorong harga emas," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]

Penguatan dolar AS, lanjutnya, disebabkan optimisme pasar akan vaksin covid-19 tertahan. Di sisi lain, realita global menunjukkan kasus pandemi covid-19 meningkat sehingga menyebabkan penguncian wilayah (lockdown) di beberapa negara.

Imbasnya, investor memilih mengalihkan dananya kepada aset aman (safe haven) dalam dolar AS, ketimbang emas. Ia memperkirakan logam mulia melaju di rentang US$1.850 hingga US$1.870 per dolar AS.

"Ada kekhawatiran akan kembali melambatnya ekonomi global untuk jangka pendek karena lockdown," tuturnya.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK