Pertamina Usul Investor Bangun EBT Dikasih Insentif

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 11:04 WIB
Pertamina mengusulkan agar investor yang menanamkan modalnya untuk pembangunan sektor EBT bisa diberi insentif supaya pengembangannya cepat. Pertamina mengusulkan pemberian insentif kepada investor maupun pengusaha yang menanamkan modalnya untuk pembangunan sektor EBT.Ilustrasi EBT. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) mengusulkan pemberian insentif kepada investor maupun pengusaha yang menanamkan modalnya untuk pembangunan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Tujuannya, untuk mendorong realisasi EBT dalam bauran energi nasional.

CEO Subholding Power dan NRE Pertamina Heru Setiawan menuturkan insentif tersebut tidak melulu dalam bentuk fiskal, namun bisa dalam bentuk non fiskal. Selanjutnya, ketentuan pemberian insentif tersebut diusulkan dalam Rancangan Undang-undang (RUU) EBT.

"Jadi, tidak selalu orientasi pada fiskal tapi juga bisa non fiskal melalui penyediaan infrastruktur atau kesempatan bisnis yang sustainable (berkelanjutan) kepada bentuk energi primer yang lain atau bentuk EBT yang lebih banyak lagi," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Rabu (25/11).


Selain insentif, Pertamina juga mengusulkan pemberlakuan disinsentif bagi investor tersebut. Harapannya, pemilik modal lebih melirik sektor EBT ketimbang energi fosil.

Pertimbangannya, realisasi bauran EBT baru mencapai 13,6 persen. Itu berarti, capaiannya masih jauh dari target yakni 23 persen di 2025.

"RUU EBT dapat memuat ketentuan yang mewajibkan badan usaha untuk prioritaskan pengembangan EBT, termasuk ketentuan insentif dan disinsentif," imbuhnya.

Selain dua usulan tersebut, Pertamina juga menyarankan agar RUU EBT mengakomodasi penerapan tarif yang mencerminkan aspek risiko, keekonomian, dan investasi EBT. Jadi, penyediaan EBT ini bisa berkelanjutan baik bagi negara maupun pihak swasta yang menanamkan modalnya.

Lalu, RUU EBT diharapkan dapat memberikan kemudahan akses pelaku usaha untuk mendapatkan sumber pendanaan dan investasi. Pasalnya, saat ini banyak sumber-sumber pendanaan dan investasi yang fokus pada energi hijau dalam bentuk eco fund, green bond, dan sebagainya.

"Mudah-mudahan kami bisa dapatkan channel, baik inisiatif pemerintah melalui government to government atau didapatkan langsung dari multilateral atau dari institusi yang memiliki konsep green. Ke depan, peran dari eco branding akan menjadi signifikan melihat keakraban EBT ini dengan masyarakat nantinya," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK