Boeing Akhiri Tahun Terburuk, Pesanan 737 MAX Laris Manis

CNN Indonesia | Rabu, 13/01/2021 08:04 WIB
Boeing mencatat mengirimkan 39 unit MAX 737 ke pelanggannya pada Desember 2020. Pengiriman pesawat itu pertama setelah larangan terbang. Boeing mencatat mengirimkan 39 unit 737 MAX ke pelanggannya pada Desember 2020. Pengiriman pesawat itu pertama setelah pesawat larangan terbang akibat dua kecelakaan fatal 2019 lalu. Ilustrasi. (AFP/Stephen Brashear/Getty Images).
Jakarta, CNN Indonesia --

Boeing mengakhiri tahun terburuknya setelah pesanan pesawat buatannya cetak rekor pada akhir tahun lalu. Boeing melaporkan mengirimkan 39 jet ke pelanggan pada Desember 2020.

Mengutip CNN.com, Rabu (13/1), sebagian atau sebanyak 27 pesawat yang dikirim merupakan jenis 737 Max Jet.

Pengiriman 737 MAX Jet pada Desember 2020 itu menjadi yang pertama setelah pesawat itu dilarang terbang pada Maret 2019 karena dua kecelakaan fatal yang terjadi, salah satunya di Indonesia.


Jumlah pengiriman pesawat pada Desember membuat total pengiriman Boeing pada 2020 menjadi 157 pesawat. Angka itu menjadi yang terendah sejak 1977 silam.

Namun, jumlah pengiriman pesawat yang terbilang banyak itu tak mengubah kinerja Boeing sepanjang tahun lalu. Sebab, perusahaan masih berjuang untuk pulih dari krisis ganda landasan 737 Max dan penurunan kinerja akibat pandemi covid-19.

Perusahaan asal AS itu telah memangkas tingkat produksi pesawat sepanjang tahun lalu. Selain itu, Boeing juga mengurangi jumlah karyawannya.

Sejumlah analis memperkirakan Boeing hanya membukukan pendapatan sebesar US$58 miliar pada 2020. Kemudian, tahun ini pendapatan Boeing diproyeksi naik menjadi US$78 miliar.

Boeing sempat menghentikan sebagian besar armadanya ketika perjalanan udara hampir berhenti pada awal 2020. Saat itu, Boeing putus asa, sehingga melakukan penghematan besar-besaran.

"Saat kami terus menelusuri pandemi, kami bekerja sama dengan pelanggan global kami dan memantau pemulihan lalu lintas internasional yang lambat untuk menyelaraskan pasokan dengan permintaan besar," ungkap CFO Boeing Greg Smit.

Sementara, Boeing melaporkan mendapatkan 90 pesanan baru pada Desember 2020. Pesanan itu termasuk 75 jet jenis 737 Max.

Namun, jumlah itu tetap tak sebanding dengan jumlah pesanan yang dibatalkan sepanjang tahun lalu, yakni lebih dari 184 pesawat.

Perusahaan kini belum yakin dengan sisa pesanan yang sebanyak 555 unit karena kondisi keuangan pelanggan maskapai yang masih krisis dan beberapa maskapai telah memulai diskusi untuk membatalkan pesanan.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK