Jokowi Ungkap Target Dana Kelolaan INA Dua Bulan Rp281,1 T

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 20:29 WIB
Presiden Jokowi berharap Indonesia Investment Authority (INA) dapat menjadi mitra strategis investasi yang kuat secara hukum dan kelembagaan. Presiden Jokowi berharap Indonesia Investment Authority (INA) dapat menjadi mitra strategis investasi yang kuat secara hukum dan kelembagaan. (Tangkapan Layar youtube Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pengelola dana abadi investasi (sovereign wealth fund/SWF), Indonesia Investment Authority (INA), menargetkan bisa  mengelola dana hingga US$20 miliar dalam dua bulan ke depan.

Angka tersebut setara dengan Rp281,1 triliun (asumsi kurs Rp14.042 per dolar AS). Hal tersebut ia ketahui langsung dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan pengawas INA.

"Saya tadi bisik-bisik ke ibu Menteri Keuangan awal-awal ini mungkin sebulan dua bulan ini target yang masuk ke SWF kita berapa, dijawab Bu Menteri Keuangan, ya, kira-kira US$20 miliar," ucapnya dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Jumat (15/1).


Menurut Jokowi, target tersebut sangat besar. Terlebih, sebelumnya pemerintah telah menyetorkan modal awal untuk INA sebesar Rp75 triliun.

"Ini duit yang gede banget, dan pemerintah akan menyetorkan modal awal tunai sebesar Rp15 triliun dan saham BUMN Rp50 triliun untuk INA, untuk Indonesia Investment Authority," tuturnya.

Ia berharap INA akan jadi mitra strategis investasi yang kuat secara hukum dan kelembagaan serta menjadi mitra strategis yang handal dan terpercaya untuk mendukung pembangunan ekonomi dalam jangka panjang dan berkelanjutan.

INA, kata dia, juga dibentuk untuk memenuhi pembiayaan yang semakin besar ke depan. Selain itu, juga untuk menentukan tingkat investasi asing langsung ke Indonesia dan untuk menurunkan rasio utang terhadap PDB Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, INA juga untuk menangkap peluang investasi dan solusi alternatif bagi pembiayaan pembangunan Indonesia.

"Nama-nama untuk dewan pengawas sudah kami sampaikan kepada DPR dan kami harapkan minggu depan ini (ditetapkan)," tandasnya.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK