Kronologi Antam Digugat Rp817 Miliar, Setara 1,1 Ton Emas

CNN Indonesia | Senin, 18/01/2021 11:29 WIB
Antam digugat oleh konsumen Budi Said sebesar Rp817 miliar. Namun, Antam akan menggugat balik dengan pasal pencemaran nama baik. Antam digugat oleh konsumen Budi Said sebesar Rp817 miliar. Namun, Antam akan menggugat balik dengan pasal pencemaran nama baik. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Antam (Persero) Tbk digugat oleh Budi Said, warga yang mengklaim sebagai konsumen Antam di Butik Emas LM Surabaya. BUMN tambang tersebut digugat membayar ganti rugi senilai Rp817,46 miliar atau setara 1,1 ton emas batangan.

Berdasarkan tuntutan yang didaftarkan di PN Surabaya pada 7 Februari 2020 lalu dengan nomor perkara 58/Pdt.G/2020/PN Sby, Antam menjanjikan diskon untuk transaksi yang dilakukan oleh Budi Said.

Gugatan itu telah melalui 31 sidang dan putusan majelis hakim dilakukan pada Rabu (13/1) lalu. Salah satu petitum gugatan itu meminta ganti rugi disesuaikan dengan fluktuasi nilai emas lewat www.logammulia.com.


Namun, SVP Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko menegaskan bahwa pihaknya tak bersalah. Perseroan tak pernah menerapkan harga diskon, dan hanya bertransaksi dengan harga yang dikeluarkan secara resmi.

Selain itu, dalam menjalankan bisnisnya, Antam melakukan direct selling atau transaksi langsung kepada pelanggan atau kuasa pelanggan dan tidak pernah melalui pihak lain atau pihak ketiga.

"Antam menganggap gugatan ini tidak masuk akal dan tidak berdasar. Oknum-oknum yang terlibat dalam kasus ini juga telah dijatuhi hukuman pidana," jelas Kunto, kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/1).

Terkait putusan PN Surabaya, sambung dia, Antam melalui kuasa hukumnya akan menempuh upaya hukum dengan mengajukan banding.

"Perusahaan merasa dirugikan dengan kasus yang dilakukan segelintir oknum terhadap Butik Surabaya dan telah mengajukan gugatan kepada Budi Said atas pencemaran nama baik dan menuntut ganti rugi," terang dia.

Ia menegaskan Antam selalu mengutamakan keamanan dan kepercayaan pelanggan dalam menjalankan bisnisnya. Antam memastikan setiap transaksi sudah dilakukan sesuai dengan prosedur penyerahan barang dan harga resmi yang ditetapkan perusahaan.

Karenanya, ia mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penawaran oknum yang memberikan harga atau skema penjualan logam mulia Antam yang tidak wajar.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK