Sriwijaya Air Jamin Penuhi Hak Ahli Waris Korban SJ 182

age, CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 13:13 WIB
Manajemen Sriwijaya Air memastikan akan memenuhi hak ahli waris korban jatuhnya SJ 182 rute Jakarta-Pontianak. Manajemen Sriwijaya Air memastikan akan memenuhi hak ahli waris korban jatuhnya SJ 182 rute Jakarta-Pontianak.(CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Sriwijaya Air memastikan akan memenuhi hak ahli waris korban jatuhnya satu armada maskapai itu dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak.

"Kami akan berkomitmen untuk secepatnya memberikan hak-hak korban," kata Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena setelah tabur bunga dari atas KRI Semarang di Kepulauan Seribu, dikutip dari Antara, Jumat (22/1).

Sebelumnya, proses penyerahan santunan dimulai secara simbolis kepada ahli waris korban pada Rabu (20/01) yang dilakukan di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta. Santunan yang diserahkan kepada pihak ahli waris senilai Rp1,25 miliar sesuai peraturan pemerintah dan tambahan senilai Rp250 juta sebagai santunan ganti rugi lain-lain.


Sehingga, total santunan yang Sriwijaya Air berikan sebesar Rp1,5 miliar. Jefferson pun menegaskan segera melakukan evaluasi internal.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti KNKT dan Perhubungan," ungkapnya.

Namun, ia belum memberikan detail langkah evaluasi internal yang dilakukan karena masih menunggu hasil laporan kecelakaan dari otoritas terkait. Sebelummya, ia mengungkapkan Sriwijaya Air SJ-182 dalam kondisi baik saat terbang.

Saat ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menganalisa data rekaman penerbangan SJ-182 untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat yang dipimpin Kapten Pilot Afwan tersebut.

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 merupakan pesawat jenis Boeing 737-500 buatan tahun 1994 atau berusia sekitar 27 tahun. Sebelumnya pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC itu hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB, kemudian diketahui jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Berdasarkan data manifes pesawat itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap korban maupun puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 resmi dihentikan setelah Basarnas sudah melakukan operasi selama tujuh hari dan sudah memperpanjang 2x3 hari.

Tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban yang dikumpulkan dalam 324 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, tim DVI sudah mengidentifikasi 47 korban.

[Gambas:Video CNN]



(age/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK