KAI Tunggu Aturan Penggunaan GeNose di Transportasi Umum

CNN Indonesia | Minggu, 24/01/2021 16:28 WIB
KAI menyatakan masih menunggu aturan dari pemerintah soal penggunaan GeNose C19 dalam mendeteksi corona di angkutan umum. PT KAI masih menunggu peraturan dari pemerintah terkait penggunaan GeNose dalam mendeteksi corona di angkutan umum. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan masih menunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah terkait penggunaan GeNose C19. Pernyataan diberikan setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengumumkan pemerintah akan menggunakan GeNose di sejumlah stasiun kereta api mulai 5 Februari mendatang guna mencegah penularan corona di kalangan penumpang kereta.

"Saat ini KAI masih menunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah terkait penggunaan GeNose C19 tersebut pada moda transportasi umum,"  Vice President Public Relations KAI Joni Martinus seperti dikutip dari Antara, Minggu (24/1).

Meski masih menunggu, ia menambahkan KAI sudah punya rencana membeli GeNose C19. Nantinya, alat itu akan digunakan di berbagai stasiun kereta api.


Itu dilakukan sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran covid-19 di kalangan masyarakat. 

"Penggunaan GeNose C19 pada transportasi kereta api merupakan kebanggaan tersendiri bagi KAI, karena dapat menjadi salah satu yang pertama menerapkan inovasi tersebut," katanya.

GeNose C19 adalah alat pendeteksi virus corona yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gajah Mada (UGM). Pendeteksian dilakukan dari embusan napas dan hasil tes  yang dapat langsung diketahui hanya dalam waktu 3 menit.

[Gambas:Video CNN]

Tarif deteksi corona melalui alat ini diperkirakan berkisar di Rp20 ribu untuk satu kali tes dengan akurasi di atas 90 persen.

Alat itu beberapa waktu lalu sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Hanya saja hingga saat ini, alat tersebut masih menunggu persetujuan penggunaan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. 

(Antara/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK