Dua Pesaing TikTok Merger

age, CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 18:51 WIB
Dua pesaing aplikasi video singkat TikTok asal Amerika Serikat merger, Byte dan Clash. Namun, kesepakatan keduanya belum diumumkan. Dua pesaing aplikasi video singkat TikTok asal Amerika Serikat merger.(AFP/LIONEL BONAVENTURE).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua pesaing aplikasi video singkat TikTok asal Amerika Serikat merger. Clash mengumumkan akan mengakuisisi Byte, aplikasi video pendek yang dibuat oleh salah satu pendiri Vine.

Dikutip dari CNN Business, Vine sendiri merupakan aplikasi video enam detik yang diakuisisi Twitter dan kemudian dihentikan operasinya.

Sementara itu, kesepakatan bisnis Byte dan Clash belum diumumkan. Namun, aksi korporasi kedua aplikasi ini menjadi salah satu contoh perubahan strategi di antara pesaing TikTok.


Pasalnya, saat ini TikTok telah merajai pasar AS. Tercatat ada sekitar 100 juta pengguna TikTok di AS. Melonjaknya pengguna TikTok terjadi di saat Pemerintahan Trump mendorong layanan tersebut ditutup karena perusahaan induknya berbasis di China.

Sedangkan di sisi lain, pesaing TikTok lainnya yakni Dubsmash mulai menyajikan umpan algoritma yang menampilkan video hiburan,

Dubsmash sendiri baru diakuisisi oleh Reddit bulan lalu. Sementara itu, Instagram pun baru meluncurkan tiruan TikTok yakni Reels.

Peluncuran ini dilakukan usai larangan penggunaan TikTok di AS.

Clash adalah salah satu dari sekian banyak pesaing yang tampaknya siap mendapatkan keuntungan dari masalah TikTok. Seperti TikTok, Clash memungkinkan pengguna mengunggah video pendek yang disetel ke musik dan menawarkan umpan algoritma yang menyajikan konten yang menurutnya pengguna suka.

Sedangkan Byte menawarkan pengalaman serupa, kecuali dengan jumlah pengikut dan suka yang tersembunyi.

[Gambas:Video CNN]



(age/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK