Jack Ma Tak Masuk Jajaran Pengusaha, Alibaba Untung Rp170 T

CNN Indonesia | Rabu, 03/02/2021 13:21 WIB
Alibaba Group Holding Limited membukukan laba besar sebesar 77,97 miliar yuan atau sekitar 169,9 triliun pada kuatal IV 2020. Raupan laba itu melesat 56 persen. Alibaba Group Holding Limited membukukan laba besar sebesar 77,97 miliar yuan atau sekitar 169,9 triliun pada kuatal IV 2020. Raupan laba itu melesat 56 persen. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Yusuf Arifin).
Jakarta, CNN Indonesia --

Alibaba Group Holding Limited meraup laba bersih sebesar 77,97 miliar yuan atau sekitar Rp169,9 triliun sepanjang kuartal IV 2020. Raihan laba tersebut melesat 56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Tiongkok merupakan satu-satunya raksasa ekonomi yang meraih pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) positif tahun lalu. Berkat pemulihan ekonomi Tiongkok yang cepat, Alibaba kembali mencatatkan kuartal yang sangat baik," ujar Chairman & CEO Alibaba Group Daniel Zhang dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (3/2).

Zhang mengungkapkan perusahaan sukses menggelar Festival Global 11.11 untuk mendorong konsumsi dan membantu pemulihan bisnis para merchant yang terdampak pandemi.


Selain itu, bisnis komputasi awan perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hal itu mencerminkan potensi besar komputasi awan yang baru muncul di China.

Apabila dirinci, sepanjang tiga bulan terakhir 2020, perusahaan meraup pendapatan sebesar 221,08 miliar yuan atau tumbuh 37 persen secara tahunan. Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi perusahaan juga tumbuh 22 persen menjadi 68,38 miliar yuan.

Di sisi lain, biaya dan beban usaha cuma tumbuh 3 persen menjadi US$172,08 miliar. Kenaikan beban usaha tak lepas dari peningkatan kegiatan penjualan langsung dari konsolidasi Sun Art dan Tmall Supermarket serta ritel baru perusahaan. Hal itu terutama mengerek biaya penyimpanan.

Dari sisi arus kas, kas bersih dari kegiatan operasional perusahaan tercatat 103,2 miliar dengan non-GAPP free cash flow sebesar 96,21 miliar.

"Free cash flow kami yang kuat memungkinkan untuk berinvestasi lebih lanjut di area-area strategis," kata Maggie Wu, Chief Financial Officer, Alibaba Group, dalam keterangan yang sama.

Sepanjang tahun lalu, jumlah konsumen aktif raksasa e-commerce China ini mencapai 779 juta atau meningkat 22 juta dibanding posisi September 2020.

Khusus jumlah konsumen China yang aktif di perangkat mobile mencapai 902 juta, meningkat 21 juta dibandingkan September 2020.

Sementara itu, Pemerintah China mendepak pendiri Alibaba Group Jack Ma dari daftar pengusaha China yang diterbitkan media milik pemerintah, Shanghai Securities News.

Dikutip Channel News Asia, laporan tersebut diterbitkan hari ini (2/2) berbarengan dengan rencana Alibaba merilis pendapatan kuartalan terbaru.

Dalam laporannya, Shanghai Securities News mengatakan bahwa beberapa pengusaha yang dipuji pernah berperilaku seperti "pahlawan sembrono" dalam upaya mereka untuk melepaskan diri dari sistem ekonomi yang lama dan kaku.

Namun, mereka kini memimpin sekelompok perusahaan yang menghormati aturan pembangunan dan mematuhi aturan pasar.

Tersingkirnya Jack Ma sendiri tak lepas dari pidatonya pada 24 Oktober di mana ia mengecam sistem peraturan China,yang menyebabkan penangguhan IPO Grup Ant senilai US$37miliar beberapa hari sebelum perusahaan raksasa fintech itu melantai di bursa saham.

[Gambas:Video CNN]



(sfr/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK