Harga Minyak Mulai Landai, Usai Menguat 2 Hari Berturut-turut

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 07:02 WIB
Harga minyak mentah dunia jatuh hingga 1 persen pada perdagangan Kamis (18/2) waktu AS, setelah naik dua hari berturut-turut. Harga minyak mentah dunia jatuh hingga 1 persen pada perdagangan Kamis (18/2) waktu AS, setelah naik dua hari berturut-turut. Ilustrasi kilang minyak. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia jatuh pada akhir perdagangan Kamis (18/2) waktu Amerika Serikat (AS). Penurunan terjadi setelah harga minyak naik dalam 2 hari terakhir.

Mengutip Antara, Jumat (19/2), pelaku pasar terlihat mulai mengambil keuntungan (profit taking) setelah beberapa hari melakukan aksi beli di tengah cuaca dingin ekstrem di Texas, negara bagian penghasil energi terbesar di AS.

Tercatat, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April turun 41 sen atau 0,6 persen ke level US$63,93 per barel. Namun, harga minyak Brent sempat tembus ke level US$65 per barel pada perdagangan kemarin.


Sementara, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret turun 62 sen atau 1 persen ke level US$60,52 per barel. Meski turun, tapi harga minyak WTI sempat naik ke level US$62,26 pada perdagangan kemarin.

"Pasar mungkin sedikit lebih maju. Tapi jangan salah, aksi jual minyak ini tidak menyelesaikan masalah-masalah. Masalah-masalah akan terus berlanjut," ujar Analis Senior Price Future Group Phil Flynn.

Diketahui, Texas memasuki hari keenam cuaca dingin yang membeku. Hal itu telah menutup sekitar seperlima dari kapasitas penyulingan nasional dan menutup produksi minyak di seluruh negara bagian.

"Pemadaman sementara akan membantu mempercepat persediaan minyak AS turun menuju rata-rata lima tahun lebih cepat dari yang diharapkan," terang Kepala Analis Komoditas SEB Bjarne Schieldrop.

Sebelumnya, harga minyak Brent naik 1,6 persen ke level US$64,34 per barel. Kemudian, harga minyak WTI menguat 1,8 persen ke level US$61,14 per barel.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK