Pemerintah Serap Rp4,75 T dari Lelang Tujuh Sukuk

CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 10:01 WIB
Kemenkeu melelang tujuh seri SBSN (sukuk) pada Selasa (30/3). Dari lelang tersebut, pemerintah berhasil mengantongi dana segar Rp4,75 triliun. Kemenkeu melelang tujuh seri SBSN (sukuk) pada Selasa (30/3). Dari lelang tersebut, pemerintah berhasil mengantongi dana segar Rp4,75 triliun. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengantongi Rp4,75 triliun dari lelang tujuh seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (30/3).

Raupan dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi pembiayaan penanganan pandemi covid-19 dalam APBN.

Ketujuh seri sukuk negara itu meliputi SPN12210701, SPN12220331, FR0086, FR0087, FR0088, FR0083, dan FR0089.


Rincinya, untuk seri SPN12210701, pemerintah memenangkan Rp400 miliar dari total Rp450 miliar penawaran masuk dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,09 persen.

Kemudian untuk seri SPN12220331, dari jumlah penawaran masuk sebesar Rp700 miliar, total yang dimenangkan senilai Rp600 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,33 persen.

Lalu, seri FR0086, dari penawaran masuk sebesar Rp6,84 triliun, pemerintah hanya memenangkan Rp850 miliar. Adapun, imbal hasil rata-rata tertimbang 5,87 persen.

Selanjutnya, untuk seri FR0087 hanya Rp700 miliar dana yang dimenangkan dari jumlah penawaran masuk senilai Rp7,53 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,76 persen.

[Gambas:Video CNN]

Seri FR0088 mendapatkan nilai penawaran Rp3,91 triliun, sementara pemerintah hanya menyerap Rp300 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,6 persen.

Berikutnya, seri FR0083 dari tawaran masuk Rp9,92 triliun, yang dimenangkan sebesar Rp1,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,45 persen.

Terakhir, yaitu Seri FR0089 mendapatkan nilai penawaran Rp4,5 triliun dengan total dimenangkan hanya Rp500 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,07 persen.

(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK