IFG Siap Wujudkan Tata Kelola Investasi Lebih Profesional

IFG | CNN Indonesia
Jumat, 09 Apr 2021 19:19 WIB
IFG sebagai holding menginisiasi pengelolaan dana investasi anak usaha yang dikoordinasikan oleh Bahana TCW melalui skema Kontrak Pengelolaan Dana (KPD). IFG sebagai holding menginisiasi pengelolaan dana investasi anak usaha yang dikoordinasikan oleh Bahana TCW melalui skema Kontrak Pengelolaan Dana (KPD). (Screenshot via instagram @indonesiafinancialgroup).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding menginisiasi pengelolaan dana investasi anak usaha asuransi IFG yang dikoordinasikan oleh Bahana TCW melalui skema Kontrak Pengelolaan Dana (KPD). Hal itu untuk wujudkan tata kelola dana investasi yang lebih profesional.

IFG sebagai BUMN Holding Perasuransian dan Penjaminan, meresmikan kerja sama Pengelolaan Portofolio Efek melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja
Sama antaranak perusahaan yang bergerak di bidang perasuransian dan penjaminan, yaitu Jamkrindo, Askrindo, Jasindo dan Jasa Raharja dengan Bahana TCW. Penandatanganan kerja sama itu dilakukan di Financial Hall, Graha CIMB, Jakarta Selatan.

Direktur Bisnis IFG, Pantro Pander Silitonga menyebut pengelolaan dana investasi yang baik merupakan hal yang penting dalam industri asuransi karena pengelolaan investasi merupakan poros atau tulang punggung asuransi. Di sisi lain implementasi KPD memiliki tujuan untuk mensinergikan kekuatan antar anak perusahaan untuk mencapai tujuan holding yaitu menciptakan ekosistem industri keuangan yang sehat.


"Kerja sama ini dilakukan salah satunya untuk membuat standarisasi terhadap tujuan yang ingin dicapai secara keseluruhan baik dari segi tata kelola pengelolaan investasi maupun peningkatan kompetensi SDM," kata Pantro.

"Kita tahu, salah satu tulang punggung industri asuransi merupakan pengelolaan investasi. Tata kelola yang baik, sesuai dengan prinsip Liabilities Driven Investment, tentu akan membawa dampak positif pada dana yang dikelola," tambah Pantro.

KPD sendiri dinilai menjadi bentuk kerja sama yang tepat untuk pengelolaan dana investasi anak perusahaan asuransi IFG. Mengingat KPD sudah menjadi 'best practice' pengelolaan investasi terutama di industri asuransi.

Melalui metode KPD, Manajer Investasi bersama nasabah dapat menentukan kebijakan investasi (portofolio) yang telah dirancang sesuai target kebutuhan nasabah dengan tingkat resiko terukur. Terlebih lagi, Bahana TCW sebagai Manajer Investasi yang profesional dan independen yang akan melakukan KPD.

Terkait kinerja, Bahana TCW Investment Management menempati urutan ke-3 terbesar berdasarkan nilai AUM (Asset Under Management) Reksa Dana pada industri manajemen investasi di Indonesia. Total AUM keseluruhan yang dikelola Bahana hingga Maret 2021 sebesar Rp52,8 triliun, sementara untuk AUM Reksa Dana saja sebesar Rp47.9 triliun.

Dalam pelaksanaan kerja sama ini, pengelolaan investasi yang lebih profesional akan dilakukan berdasarkan karakter dari portfolio dan asset class dari masing-masing anak perusahaan yang disesuaikan dengan liabilities profilnya, sehingga dapat memperkuat pencadangan dari Anak Perusahaan.

"Pelaksanaan pengelolaan investasi ini tentunya akan menyesuaikan masing-masing perusahaan. Kerja sama ini akan membawa dampak positif terhadap kinerja masing- masing anak perusahaan yang dana investasinya dikelola bersama melalui Bahana TCW," ujar Direktur Keuangan dan Umum IFG, Rizal Ariansyah.

"Jadi tidak hanya satu atau dua perusahaan yang rapi, tapi ini akan merapikan semua anak usaha yang terkait. Ditambah fungsi monitoring yang transparan" tuturnya lagi.

IFG menganggap penting untuk mengoptimalkan kekuatan dari masing-masing anak perusahaan demi menjaga kesehatan finansial perusahaan yang akan berdampak langsung pada kesehatan dana nasabah yang dikelola perusahaan. Selain itu, kerja sama ini juga dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan anak usaha menempatkan dana investasi di portofolio yang berbahaya maupun tidak likuid.

Dengan pengelolaan investasi yang lebih profesional, IFG sebagai induk perusahaan dapat memastikan bahwa anak perusahaan tidak melakukan investasi pada instrumen aset yang berisiko tinggi.

Selain itu langkah sinergi anak perusahaan ini juga dapat mendukung peran IFG dalam perencanaan dan pengawasan dalam pengelolaan investasi. Mengingat dalam kegiatan operasional sehari-hari IFG memiliki tanggung jawab dan diawasi oleh Kementerian BUMN.

(osc/osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER