Mengenal Perusahaan Penggarap Mega Proyek KEK Bukit Algoritma

CNN Indonesia
Jumat, 09/04/2021 18:30
PT Amarta Karya (Persero) dan PT Kiniku Bintang Raya akan membangun mega proyek KEK 'Bukit Algoritma' di Sukabumi, Jawa Barat.Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Amarta Karya (Persero) dan PT Kiniku Bintang Raya akan membangun mega proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 'Bukit Algoritma' seluas 888 hektare di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.

Rencananya, kawasan ini akan dibangun dengan nilai investasi mencapai 1 miliar euro Eropa atau setara hampir Rp18 triliun dalam tiga tahun.

Kawasan ini akan menjadi 'Silicon Valley' di Indonesia, yaitu kawasan pengembangan riset dan sumber daya manusia yang berbasis industri 4.0. Harapannya, kawasan ini juga bisa meningkatkan pembangunan infrastruktur di dalam negeri secara berkelanjutan.


"Ini merupakan salah satu alat dukung penuh pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Direktur Utama Amarta Karya Nikolas Agung dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (9/4).

Kendati begitu, menurut Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo, sejauh ini belum ada usulan mengenai pembentukan KEK Bukit Algoritma.

"Belum ada KEK di sana. KEK yang di Lido saja masih dalam proses penetapan, dan di Jawa Barat hanya itu saja yang dalam proses," ujar Wahyu kepada CNNIndonesia.com.

Sementara Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga enggan memastikan soal rencana pembangunan KEK Bukit Algoritma tersebut. Ia hanya meminta redaksi untuk langsung menghubungi perusahaan yang bersangkutan.

"Silakan tanya ke Amarta. Mereka yang lebih paham," ucap Arya singkat.

Lantas siapa Amarta Karya dan Kiniku Bintang Raya ini?

Amarta Karya merupakan salah satu BUMN di bidang konstruksi, fabrikasi, dan manufaktur yang berkantor pusat di Bekasi, Jawa Barat.

Perusahaan ini berdiri sejak 1962 dan merupakan hasil nasionalisasi dari NV Constructie Werk Plaatsen De Vri'es Robbe Lindeteves yang bergerak di bidang pabrikasi konstruksi baja.

Menurut situs resmi perusahaan, ada beberapa proyek yang telah dan tengah digarap, yaitu Jalan Pelindo III di Surabaya, Tangki Pertamina di Cilacap, Gedung Olahraga Universitas Negeri Jakarta, Pintu Air Lolak di Sulawesi Utara, PLTA Peusangan di Aceh, dan Pabrik Elemented Detonator Dahana.

Lalu, Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat, Bandara Pattimura di Ambon, Gedung CIKS Mansion di Jakarta, perpanjangan Dermaga Pelabuhan Teluk di Lamong, dan Rumah Susun Pulo Jahe di Jakarta Timur.

Kemudian, SPAM Wae Mese II, Jembatan Tol Sigli di Aceh, Laboratorium SNSU BSN di Tangerang, peningkatan jalan kawasan Food Estate Dadahup, dan perluasan Terminal Cargo Internasional Bandara Juanda di Surabaya.

Selain bergerak di bidang konstruksi, perusahaan juga memiliki dua unit anak usaha di bidang geospasial dan air solution.

Sementara rekannya, PT Kiniku Bintang Raya tidak diketahui sepak terjangnya. Redaksi melakukan penelusuran di mesin pencari Google dan media sosial, namun tidak menemukan identitas perusahaan.

External Affairs Amarta Karya Hilmi Dzakwan Shodiq mengatakan Kiniku memiliki latar belakang bisnis yang sama dengan perusahaannya.

"Background-nya konstruksi juga. Lengkapnya nanti ya," ucap Hilmi singkat kepada redaksi.

Sedangkan dalam rilis kerja sama kedua perusahaan disebutkan bahwa Kiniku memiliki Ketua Pelaksana, yaitu Budiman Sudjatmiko yang juga menduduki jabatan Komisaris PTPN V. Namun, belum ada tanggapan dari Budiman saat dikonfirmasi redaksi. 



(uli/age)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK