Telat Lapor Akuisisi, Perusahaan Mauritius Didenda KPPU Rp1 M

CNN Indonesia | Senin, 12/04/2021 18:07 WIB
KPPU menjatuhkan sanksi denda Rp1 miliar kepada Travel Circle International (Mauritius) Ltd karena terlambat lapor pengambilalihan saham DEI Holdings Limited. KPPU menjatuhkan sanksi denda Rp1 miliar kepada Travel Circle International (Mauritius) Ltd karena terlambat lapor pengambilalihan saham DEI Holdings Limited. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali menjatuhkan sanksi denda kepada perusahaan asal Mauritius Travel Circle International (Mauritius) Ltd. atas keterlambatan pemberitahuan (notifikasi) pengambilalihan saham yang dilakukannya.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur mengatakan kali ini keterlambatan notifikasi terjadi atas pengambilalihan saham DEI Holdings Limited.

Berdasarkan ketentuan wajib notifikasi dan berbagai fakta di persidangan, Majelis Komisi dalam Sidang Majelis Komisi Pembacaan Putusan hari ini, Senin (12/4), menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp1 miliar.


Perusahaan tersebut juga wajib menyetorkan denda tersebut ke kas negara selambat-lambatnya 30 hari setelah Putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht).

"Majelis Komisi memutuskan bahwa Travel Circle International (Mauritius) Ltd. telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 Jo. Pasal 5 PP No. 57 Tahun 2010, dan menghukum Travel Circle International (Mauritius) Ltd. untuk membayar denda sebesar Rp1 miliar," ujarnya dalam keterangan resmi.

Deswin menejelaskan kasus dengan nomor register 27/KPPU-M/2020 ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan oleh KPPU atas Dugaan Pelanggaran Pasal 29 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 juncto Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010 yang dilakukan oleh Travel Circle International dalam transaksi pengambilalihan mayoritas saham DEI.

DEI sendiri merupakan suatu perusahaan holding dari berbagai perusahaan ritel elektronik terkemuka. Akuisisi yang dilakukan Travel Circle International (Mauritius) Ltd. tersebut berlaku efektif pada 28 Maret 2019.

[Gambas:Video CNN]

"Sehingga harusnya berdasarkan ketentuan, dilakukan pemberitahuan atau notifikasi kepada KPPU paling lambat 14 Mei 2019," tutur Deswin.

Namun, persidangan menemukan bukti bahwa Travel Circle International (Mauritius) Ltd. baru menyampaikan pemberitahuan pada tanggal 12 Desember 2019.

Sebelumnya, pada 4 Maret 2021, KPPU juga telah menjatuhkan denda Rp1 miliar kepada Mauritius terkait keterlambatan pemberitahuan atas pengambilalihan Asian Trails Holding Ltd., suatu perusahaan induk (holding) yang memiliki beberapa anak perusahaan di Asia Tenggara di bidang jasa travel.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK