Yield Obligasi AS Kembali Tekuk Rupiah ke Rp14.605

CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 16:13 WIB
Nilai tukar rupiah melemah 0,07 persen ke Rp14.605 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (13/4) sore. Nilai tukar rupiah melemah 0,07 persen ke Rp14.605 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (13/4) sore. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.605 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (13/4) sore. Posisi tersebut melemah 0,07 persen dibandingkan perdagangan Senin (12/4) sore di level Rp14.595 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.648 per dolar AS, atau melemah dibandingkan posisi hari sebelumnya yakni Rp14.631 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,04 persen, dolar Taiwan melemah 0,02 persen dan won Korea Selatan melemah 0,09 persen


Kemudian rupee India melemah 0,45 persen, ringgit Malaysia melemah 0,09 persen dan bath Thailand terpantau melemah 0,22 persen.

Sebaliknya yen Jepang menguat 0,02 persen dan peso Filipina menguat 0,03 persen. Sedangkan yuan China masih stagnan.

Sementara itu, mata uang di negara maju juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,06 persen, dolar Kanada melemah 0,18 persen dan franc Swiss melemah 0,17 persen. Hanya dolar Australia yang terpantau menguat 0,07 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan yield Treasury AS masih menjadi faktor penguatan dolar pada hari ini.

Penguatan tersebut juga didukung meningkatnya harapan pemulihan ekonomi negeri Paman Sam dari covid-19 yang diperkirakan akan lebih cepat.

"Ini berdampak terhadap imbal hasil treasury yang membuat investor menjauh dari aset berisiko," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dari dalam negeri, strategi pemerintah untuk menahan laju penyebaran covid-19 dengan larangan mudik diharapkan dapat mempercepat upaya menuju pemulihan ekonomi.

"Pemerintah juga harus fokus terhadap vaksin yang terus didistribusikan dan ini akan membawa perubahan tersendiri bagi masyarakat sehingga masa new normal yang sedang kita impikan menjadi kenyataan," tuturnya.

Untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi rupiah bergerak di rentang Rp14.590-Rp14.630 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN]

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK