Hannover Messe Sebagai Momen Peningkatan Daya Saing Pertamina

Pertamina, CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 09:32 WIB
Penyelenggaraan Hannover Messe 2021 dinilai sebagai momentum implementasi ESG yang akan meningkatkan daya saing Pertamina, baik di dalam maupun luar negeri. Penyelenggaraan Hannover Messe 2021 dinilai sebagai momentum implementasi ESG yang akan meningkatkan daya saing Pertamina, baik di dalam maupun luar negeri. (Foto: Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) menyadari bahwa ESG (environmental, social, and governance) merupakan aspek penting yang mendukung keberlanjutan perusahaan untuk jangka panjang. Untuk itu, sebagai BUMN yang berfungsi mengelola dan menjaga ketahanan energi nasional, Pertamina berkomitmen menerapkan implementasi ESG di seluruh lini bisnis dan operasi.

Direktur Keuangan Pertamina sekaligus salah satu Ketua Tim Implementasi ESG Emma Sri Martini menegaskan penyelenggaraan Hannover Messe 2021 sebagai salah satu momentum implementasi ESG yang akan meningkatkan daya saing perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri.

"Implementasi ESG di seluruh lini bisnis, akan mendorong keseimbangan dan kelestarian alam, berkontribusi untuk penyediaan akses energi dan pemberdayaan masyarakat serta sekaligus melaksanakan tata kelola perusahaan dengan baik. Penerapan ESG juga akan menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan serta berdampak positif bagi perusahaan, masyarakat di dalam negeri dan dunia," ujar Emma.


Pada aspek environmental atau lingkungan, tahun lalu Pertamina disebut berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 27,08 persen. Ke depannya, Pertamina menargetkan meningkatkan penurunan gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030, sesuai dengan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi berdasarkan Paris Agreement.

Pada 2026, kata Emma, Pertamina juga menargetkan peningkatan kapasitas EBT total menjadi 10,2 Gigawatt.

"Kami ingin mencapai target dengan melaksanakan berbagai program seperti peningkatan pemanfaatan gas, pemanfaatan biofuel dan pengembangan energi hijau. Selain itu, pengembangan energi baru dan terbarukan juga akan menjadi salah satu prioritas Pertamina untuk menjawab isu lingkungan dan trend transisi energi pada tahun 2030," ujarnya.

Tak sampai di sana, Pertamina juga menjalankan berbagai inisiatif untuk pelestarian 87 jenis hewan endemik dan 52 spesies tanaman langka yang terancam punah di seluruh area operasi.

Emma menambahkan, pada aspek sosial, Pertamina yang bertugas menjaga ketahanan energi nasional dan menyediakan energi ke seluruh pelosok negeri berinisiatif mengadakan program unggulan seperti BBM Satu Harga dan implementasi One Village One Outlet (OVOO). Program OVOO sekaligus akan mendorong penggunaan BBM ramah lingkungan ke wilayah perdesaan dengan harga terjangkau.

Sementara pada aspek governance atau tata kelola, imbuh Emma, pada Juni 2020 silam Pertamina meluncurkan Piagam Pertamina Clean yang menjadi salah satu implementasi ISO 37001:2016 dalam sistem manajemen anti suap. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Pertamina yang tidak mentolerir suap serta menjunjung tinggi profesionalitas, kepercayaan, dan integritas.

"Dengan dukungan stakeholder, Pertamina akan terus mengimplementasikan ESG untuk mendorong Pertamina tampil sebagai perusahaan migas kelas dunia yang memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat, bangsa dan Negara," kata Emma.

Hannover Messe adalah pameran internasional terbesar dunia untuk sektor teknologi industri yang telah telah berjalan selama 74 tahun, di mana Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian turut menjadi pemrakarsa. Informasi keterlibatan Pertamina dalam transisi energi dan implementasi ESG yang ditampilkan dalam Hannover Messe Virtual Exhibition dapat disimak di sini.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK