KAI Klaim Penumpang Kereta Masih Stabil Jelang Larangan Mudik

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 11:10 WIB
KAI menyatakan belum ada lonjakan penumpang yang terjadi pada awal Ramadan meskipun pemerintah akan memberlakukan larangan mudik pada 6 Mei-17 Mei mendatang. KAI mengklaim tak ada lonjakan penumpang kereta meskipun pemerintah akan melarang masyarakat mudik pada 6 Mei-17 Mei 2021 mendatang. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI menyatakan jumlah penumpang kereta selama 1 minggu beroperasinya KA Ramadan 2021 masih cukup stabil. Pasalnya, pada periode 13 April sampai dengan 19 April 2021, mereka hanya melayani 28 ribu penumpang kereta jarak jauh per hari.

VP Public Relation KAI Joni Martinus mengatakan secara jumlah, itu tidak jauh dengan rata-rata penumpang kereta jarak jauh pada sepanjang April yang mencapai 30 ribu orang per hari.

Kondisi sama juga terjadi untuk periode 20 April sampai dengan 5 Mei 2021. Berdasarkan data penjualan tiket yang dikantonginya, jumlah yang terjual baru sekitar 20 persen-30 persen dari yang disediakan perusahaan.


"Sejauh ini belum ada peningkatan yang signifikan. Volume pelanggan KA jarak jauh masih normal. Tidak ada peningkatan yang signifikan menjelang dimulainya pemberlakuan pembatasan transportasi kereta pada 6 sampai 17 Mei 2021," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Selasa (20/4).

Meski demikian, ia memperkirakan jumlah penumpang kereta jarak jauh bisa saja meningkat. Apalagi, penjualan tiket hingga kini masih berlangsung.

Untuk mengantisipasi hal itu, ia menambahkan perseroan tetap mengoperasikan kereta api dengan normal sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. 

"KAI mendukung penuh seluruh kebijakan pemerintah dalam hal penanganan covid-19 pada moda transportasi kereta api," katanya. 

[Gambas:Video CNN]



(agt/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK