Pertamina Jual Metanol Perdana ke Produsen Biodiesel

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 17:18 WIB
PT Pertamina (Persero) menjual metanol sebagai strategi bisnis perseroan dalam ekspansi bisnis ke sektor petrokimia. PT Pertamina (Persero) menjual metanol sebagai strategi bisnis perseroan dalam ekspansi bisnis ke sektor petrokimia. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Daniela Dinda).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) menjual produk metanol perdana sebanyak 3.000 metrik ton di pasar domestik. Produk tersebut dijual kepada produsen biodiesel di wilayah Kalimantan Selatan.

Wakil Direktur Utama Bisnis Industri Petrokimia Pertamina Oos Kosasih mengungkapkan penjualan metanol merupakan strategi bisnis perseroan dalam melebarkan sayap ke sektor petrokimia.

"Strategi ini diturunkan menjadi salah satu program yakni Go Petchem, di mana produk Petrokimia dijadikan 'engine' baru perusahaan dalam mencapai growth yang lebih baik lagi," ujar Oos dalam keterangan resmi, Senin (17/5).


Bisnis petrokimia perseroan selanjutnya dijalankan oleh PT Pertamina Patra Niaga selaku Sub Holding Commercial & Trading.

Menurut Oos, penjualan metanol kepada industri produsen biodiesel merupakan bentuk sinergi dan simbiosis mutualisme dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan metanol untuk dijadikan produk biodiesel sebagai bahan campuran Solar menjadi Biosolar.

"Metanol adalah salah satu bahan campuran utama dalam produksi Fatty Acid Methyl Ester atau FAME. FAME inilah yang kemudian dicampur dengan Solar untuk dijadikan produk Biosolar," lanjutnya.

Saat ini, kebijakan pemerintah untuk pemanfaatan biodiesel dalam campuran solar adalah 30 persen atau biasa disebuat Biosolar 30 (B30).

SH Commercial & Trading memproyeksikan penjualan produk Metanol nasional bisa mencapai 50 ribu MT pada 2021.

Ia berharap komitmen ekspansi perseroan di produk petrokimia dapat memenuhi kebutuhan Metanol khususnya di pasar domestik. Di tahun perdana ini, perusahaan akan terus mengembangkan layanan dalam menyediakan produk-produk petrokimia yang dibutuhkan di Indonesia.

"Potensi pasar produk petrokimia ini masih sangat besar, tidak hanya metanol dan kami yakin Pertamina siap memenuhi kebutuhan ini. Kami akan terus menggenjot pemasaran produk Petrokimia ini untuk mendukung ketahanan energi nasional," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]



(sfr/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK