Indomaret Yakin Ancaman Boikot Buruh Tak Bikin Konsumen Kabur

tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 13:02 WIB
Pengelola ritel Indomaret, PT Indomarco Prismatama, optimistis tak kehilangan pelanggan di tengah ancaman boikot produk dari buruh. Pengelola ritel Indomaret, PT Indomarco Prismatama, optimistis tak kehilangan pelanggan di tengah ancaman boikot produk dari buruh. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Galih Gumelar).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Indomarco Prismatama, pengelola ritel Indomaret, tak khawatir ancaman boikot dari buruh membuat konsumen beralih ke pesaing.

"Kami tetap berpikir positif," ujar Direktur Pemasaran Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf seperti dikutip dari Antara, Selasa (18/5).

Terkait ancaman boikot dari buruh, perusahaan meyakini semua pihak dapat berpikir dan bertindak jernih.


"Kami kira semua dapat berpikir dan bertindak jernih, serta proposional," ujar Wiwiek.

Ia juga menambahkan bahwa ritel yang tersebar di tempat-tempat strategis di berbagai daerah akan terus berupaya meningkatkan layanan yang lebih baik.

"Servis selalu kami upayakan lebih baik," terangnya.

Sebelumnya, Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz mengancam akan menginstruksikan kepada buruh untuk memboikot seluruh produk Indomaret.

Hal itu menjadi buntut atas tindakan Indomaret yang mempolisikan seorang karyawan mereka, Anwar Bessy, yang menuntut pembayaran THR secara penuh dari perusahaan pada Lebaran 2020 lalu. Anwar kemudian dipidanakan karena disebut telah merusak salah satu fasilitas milik Indomarco Prismatama.

Dalam keterangannya Wiwiek menegaskan perusahaan tak pernah menunggak pembayaran THR kepada karyawan. Oleh karenanya, perusahaan tetap akan memproses kasus kerusakan yang dilakukan salah satu karyawannya tersebut pada 2020.

"Hak mereka diberikan sesuai peraturan pemerintah," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]



(sfr/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK