Harga Turun, Kemendag Minta Importir Sesuaikan Harga Kedelai

CNN Indonesia | Rabu, 02/06/2021 04:56 WIB
Kemendag meminta importir kedelai segera sesuaikan harga kedelai supaya perajin tempe dan tahu bisa beroperasi lagi. Kemendag meminta importir kedelai segera sesuaikan harga kedelai supaya perajin tempe dan tahu bisa beroperasi lagi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perdagangan menyebut harga kedelai dunia pada seminggu belakangan ini mulai turun. Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), pada minggu keempat Mei 2021, harga kedelai berada di kisaran US$15,04/bushels atau Rp9.220 per kilogram (kg).

Itu turun 5,1 persen dibanding minggu sebelumnya yang US$ 15,8 per bushels atau Rp9.604 per kg.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyambut baik penurunan itu. Pihaknya juga memperkirakan harga kedelai akan turun lagi seiring dengan panen raya kedelai di negara produsen.


Karena itu, katanya pemerintah meminta para importir untuk menyesuaikan harga kedelai impor.

Ini supaya harganya kembali  stabil dan perajin tempe serta tahu yang sempat mogok berproduksi demi memprotes kenaikan bisa berproduksi lagi.

"Harga kedelai dunia sudah mengalami penurunan. Kami minta dukungan para pelaku usaha, khususnya importir kedelai untuk menjaga harga kedelai impor agar harga tahu dan tempe di tingkat perajin tetap stabil. Kami juga mengapresiasi komitmen para pelaku usaha kedelai dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga kedelai pada puasa dan Lebaran 2021 lalu," ujar Oke seperti dikutip dari keterangan resmi di website Kementerian Perdagangan, Senin (31/5) lalu.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai informasi, harga kedelai yang merupakan bahan baku pembuatan tempe dan tahu belakangan ini memang naik. Salah seorang perajin tahu Cibuntu, Dadang (54) mengatakan saat ini harga kedelai telah mencapai Rp10.700 per kilogram dan bahkan ada juga yang sampai Rp11 ribu.

Padahal normalnya, harga kedelai hanya Rp 6.800-Rp 7 ribu per kilogram.

"Sebelum lebaran saja sudah Rp10 ribu per kilogram. Sekarang naiknya sudah sampai Rp11 ribu," kata Dadang saat ditemui CNNIndonesia.com saat ditemui di Jalan Cibuntu Selatan, Kecamatan Bandung Kulon, Jumat (28/5).

Atas kondisi tersebut itulah, produsen tahu tempe mogok produksi mulai Jumat (28/5) sampai dengan Minggu (30/5).

(agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK