Mogok Massal, Driver GoSend Bandung Lakukan 'Penyisiran'

CNN Indonesia
Selasa, 08 Jun 2021 20:46 WIB
Mitra GoJek untuk layanan GoSend Same Day Delivery di Bandung merazia teman mereka yang nekat melayani order di tengah aksi mogok menentang perubahan insentif. Mitra GoJek untuk layanan GoSend Same Day Delivery di Bandung merazia teman mereka yang nekat melayani order di tengah aksi mogok menentang perubahan insentif. Ilustrasi. (Gojek).
Jakarta, CNN Indonesia --

Mitra GoJek untuk layanan GoSend Same Day Delivery atau GoKilat di Jabodetabek dan Bandung melakukan aksi mogok massal dengan off-bid mulai hari ini hingga 10 Juni mendatang.

Di Bandung, aksi mogok bahkan diikuti dengan penyisiran terhadap driver yang masih melayani order. Jae, salah satu driver GoSend di Bandung mengatakan penyisiran dilakukan agar aksi mogok yang berlangsung selama tiga hari tersebut berhasil.

"Kalau ada yang antar barang pakai jaket Gojek kita minta ikut aksi. Misalnya dia dapat 7, kita minta kirim 4 saja, tiganya nanti minta dicancel. Kami kasih pemahaman ke mereka," ujarnya saat dihubungi, Selasa (8/6).


Menurut Jae, perubahan insentif GoSend Same Day Delivery di Bandung membuat penghasilan harian mereka makin minim. Terlebih jumlah insentifnya lebih kecil jika dibandingkan Jabodetabek.

Sebagai perbandingan, untuk GoSend Same Day Delivery di Jabodetabek, misalnya, besaran insentif ditetapkan Rp1.000 untuk setiap pengantaran dengan jumlah 1-9 pengantaran, Rp2.000 per pengantaran untuk 10-14 pengantaran, dan Rp2.500 per pengantaran jika driver menyelesaikan pengantaran di atas 15 paket.

Sementara di Bandung, insentif ditetapkan sebesar Rp1.000 per pengantaran untuk 1-11 pengantaran, Rp1.500 per pengantaran jika driver menyelesaikan 12-17 pengantaran, dan Rp2.000 per pengantaran jika driver menyelesaikan pengantaran di atas 18 paket.

"Belum lagi argo per kilometer-nya juga lebih kecil Rp1.500 per kilometer lebih rendah dari Jakarta yang Rp2.000 per kilometer," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Sementara di Jakarta, perwakilan driver GoSend Jabodetabek Yulianto mengatakan mereka mengirimkan karangan bunga berisi kalimat kekecewaan ke kantor GoJek di Kemang Timur, Jakarta Selatan, pada aksi hari pertama ini.

Para driver juga melakukan sosialisasi kepada para merchant di e-commerce agar mematikan sementara layanan pengiriman menggunakan GoSend Same Day Delivery.

"Kami sosialisasi agar saat off-bid tidak menggunakan layanan GoSend Same Day Delivery, jadi kami meminta pengertian juga karena ini aksi damai, kita kasih pengertian," jelasnya.

Terkait mogok massal tersebut, vice President Corporate Communications Gojek Audrey Petriny hanya dapat menyampaikan perusahaan akan berusaha menjamin supply dan demand atas layanan jasa pengiriman barang mereka berjalan baik.

"Kami tentunya akan melakukan upaya terbaik agar supply dan demand terjaga dengan baik dan operasional kami bisa berjalan dengan lancar," jelasnya ketika dihubungi CNNINdonesia.com.

Ia mengatakan skema insentif baru kepada mitra GoSend demi memberikan kesempatan bagi lebih banyak mitra untuk memperoleh tambahan pendapatan.

Pada skema insentif sebelumnya, terdapat ketentuan minimum order, sehingga mitra harus menyelesaikan minimal lima order untuk meraih insentif. Sementara pada skema baru, insentif GoSend dihitung per satu pengiriman atau pengantaran.

"Mitra harus bisa memenuhi lima pengiriman atau pengantaran supaya bisa mendapatkan bonus Rp10 ribu, dan bonus itu bisa diperoleh kalau teman-teman menjaga performancenya dengan baik, tidak sering cancel order," ucapnya.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER