Realisasi Dana Testing-Tracing Baru 3,8 Persen per 18 Juni

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 21:07 WIB
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan realisasi dana untuk diagnostik covid-19 alias testing dan tracing baru sebesar Rp250 miliar. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan realisasi dana untuk diagnostik covid-19 alias testing dan tracing baru sebesar Rp250 miliar.(CNN Indonesia/ Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan realisasi dana untuk diagnostik covid-19 alias testing dan tracing baru sebesar Rp250 miliar. Jumlahnya sekitar 3,8 persen dari pagu yang disiapkan sebesar Rp6,68 triliun.

"Realisasi testing masih rendah karena masih menggunakan stok reagen test PCR dan rapid antigen yang ada di Kementerian Kesehatan, BNPB, dan hibah dari WHO," ungkap Suahasil dalam konferensi pers, Senin (21/6).

Suahasil mengatakan testing pada 18 Juni 2021 sebanyak 132,2 ribu. Rata-rata mingguannya sebanyak 100,3 ribu, naik dari minggu lalu yang sebanyak 93 ribu.


Biaya testing dan tracing ini masuk di program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sektor kesehatan. Realisasi anggaran di sektor kesehatan tercatat sebesar Rp39,55 triliun.

Jumlah tersebut baru 22,9 persen dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp172 triliun. Selain untuk testing dan tracing, dananya juga digunakan untuk biaya perawatan pasien covid-19, insentif tenaga kesehatan, obat, dan santunan kematian.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pengadaan vaksin sebanyak 37,78 juta dosis. Kemudian, bantuan iuran JKN untuk 19,15 juta orang.

Terakhir, insentif perpajakan kesehatan. Hal ini termasuk PPN dan bea masuk vaksin.

Secara keseluruhan, realisasi anggaran PEN per 18 Juni 2021 sebesar Rp226,63 triliun. Jumlahnya baru 32,4 persen dari pagu yang mencapai Rp699 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(age/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK