Stafsus Menkeu Bandingkan Rasio Utang RI ke Negara Tetangga

CNN Indonesia | Kamis, 24/06/2021 17:01 WIB
Staf khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan proyeksi rasio utang Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga. Staf khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan proyeksi utang Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga.(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Staf khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan proyeksi rasio utang publik Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga. Hal ini berdasarkan ramalan dari Dana Moneter Internasional (IMF).

"Proyeksi utang publik (Indonesia) rendah," ucap Yustinus dalam Diskusi MEK PP Muhammadiyah: Tafsir Keadilan dalam Rancangan Tarif PPN, Kamis (24/6).

Yustinus menjelaskan proyeksi IMF menunjukkan utang publik Indonesia naik sekitar 8 persen menjadi 38,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2020. Meski naik, tetapi angkanya masih rendah dibandingkan dengan negara lain.


Ia mencontohkan IMF memproyeksi utang publik Vietnam pada 2020 mencapai 46,6 persen dari PDB, China 61,7 persen dari PDB, Korea 48,4 persen dari PDB, Amerika Serikat (AS) 131 persen dari PDB, dan Jepang 266,2 persen dari PDB.

Lalu, utang publik Jerman pada 2020 diproyeksi sebesar 73,3 persen dari PDB, Singapura 131 persen dari PDB, Thailand 50,4 persen dari PDB, dan Italia 161 persen dari PDB.

Yustinus berharap pandemi Covid-19 segera selesai. Dengan demikian, pengelolaan utang di Indonesia bisa semakin baik ke depannya.

"Mudah-mudahan pasca pandemi bisa dikelola semakin baik, pengelolaan pajak meningkat, dan porsi utang terhadap PDB turun," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan utang publik Indonesia pada April 2021 sebesar 39,4 persen dari PDB. Angkanya naik 8,8 persen.

Kendati begitu, Sri Mulyani mengklaim jumlahnya tetap lebih rendah dari negara-negara lain di dunia. "Indonesia, utang publiknya 39,4 persen (dari PDB) dan defisit kita melonjak 6,1 persen (dari PDB) dengan 8,8 persen tambahan utang publik. Tapi dibandingkan negara lain, relatif lebih bagus," ungkapnya pada Mei lalu.

Sri Mulyani mencatat penambahan utang publik tertinggi ada di Kanada. Jumlahnya mencapai 31 persen karena pandemi covid-19.

Penambahan utang dilakukan Kanada karena defisitnya mencapai 10,7 persen. Sementara Amerika Serikat, utang publiknya naik 20 persen.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK