Pemprov Banten Dorong Kawasan Industri Tampung Investasi Baru

DPMPTSP Banten, CNN Indonesia | Rabu, 07/07/2021 16:08 WIB
Provinsi Banten setidaknya memiliki 20 kawasan industri, beberapa di antaranya masih sangat aktif dan menjadi pusat produksi barang dan jasa. Provinsi Banten setidaknya memiliki 20 kawasan industri, beberapa di antaranya masih sangat aktif dan menjadi pusat produksi barang dan jasa. (Arsip Pemrov Banten).
Jakarta, CNN Indonesia --

Banten punya potensi sebagai tempat para investor untuk berinvestasi karena memiliki wilayah yang letak geografisnya strategis sebagai pintu gerbang menuju pasar lokal dan internasional.

Tersedianya kawasan industri sebagai penopang aktifitas industri telah menjadi kebutuhan, baik bagi daerah dalam penataan ruang dan wilayahnya, maupun bagi investor untuk memulai dan mengembangkan kegiatan usahanya.

Saat ini setidaknya terdapat 20 kawasan industri di Provinsi Banten. Beberapa di antaranya masih sangat aktif dan menjadi pusat produksi barang dan jasa.


Pengembangan kawasan industri di wilayah Banten telah terintegrasi dengan ketersediaan infrastruktur yang sangat memadai, sehingga mampu meningkatkan efisiensi produksi dan logistik serta daya saing produk manufaktur nasional di pasar ekspor.

Namun, terjangan pandemi Covid-19 membuat Kondisi pemasaran kawasan industri mengalami dampak yang cukup besar. Jumlah minat untuk berinvestasi mengalami penurunan karena permintaan akan barang produksi dan jasa juga menurun.

Pasar mengalami kontraksi, serta seluruh rencana dan rancangan harus dikaji ulang. Prediksi pertumbuhan menjadi berubah, sehingga diperlukan penyesuaian dalam angka proyeksi usaha secara menyeluruh.

Karena itulah, koordinasi dan sinergi antara pemerintah, stakeholder, dan para pengusaha menjadi langkah terbaik untuk menanggulangi guncangan pandemi yang telah berlangsung sejak 2020 ini.

Nur Wijayanto, General Manager Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) menerangkan, butuh strategi khusus antara pengelola kawasan, pemerintah dan stakeholder agar bisa kembali bangkit menarik investor.

Pemrov BantenSalah satu kawasan industri di Provinsi Banten, yakni Cikande Modernland. (Arsip Pemrov Banten).

Siapkan Infrastruktur dan Permudah Perizinan

Nur Wijayanto menjelaskan investor datang tentu tidak sendiri, tapi berikut dengan sektor-sektor pendukung lainnya. Sehingga kawasan industr perlu menyiapkan fasilitas yang lebih baik.

Pembenahan internal juga perlu disiapkan, meliputi hardware berupa sarana dan prasarana, serta software berupa sumber daya manusia.

"Untuk infrastruktur dan sarpras di KIEC kami siap menyambut para investor dengan baik," jelas Nur Wijayanto, Senin (29/6).

Sisi lainnya, pengelola kawasan juga sadar untuk menarik investor memerlukan keunggulan kompetitf dibanding kawasan lainnya. Nur Wijayanto mengatakan infrastruktur KIEC sudah sangat menunjang.

"Dan untuk memberikan kemudahan dalam berusaha kami telah didukung Pemerintah Provinsi Banten. Pemprov Banten telah memberikan kemudahan para pelaku usaha untuk mendapatkan ijin usaha, bahkan saat mulai pembangunan konstruksi," ujarnya.

Pengelola KIEC dan Pemprov Banten juga bersama-sama mengadakan promosi dan menjaga iklim yang kondusif bagi kegiatan investor.

PT KIEC sendiri terletak di kawasan industri terpadu Cilegon yang di kelilingi daerah perbukitan dan laut. Kawasan industri Krakatau Cilegon ini memiliki kontur tanah yang datar dengan total luas lahan 625 Hektar, mencakup kawasan Industri I dengan luas 550 hektar dan kawasan Industri II dengan luas 75 hektar.

Kawasan ini didesain dan dikembangkan dengan berdasarkan peraturan dari Master Plan Pengembangan Daerah Industri di Banten.

"Selain itu di area Industri KIEC juga disiapkan pergudangan, gedung perkantoran, hotel lengkap dengan sport center, lapangan golf dan perumahan," jelas Nur Wijayanto.

Berbeda dengan kawasan industri lainnya, KIEC memiliki segmentasi sendiri, yang kebanyakan pembeli berasal dari sektor industri berat, seperti baja dan kimia.

Pemrov BantenGubernur Banten Wahidin Halim dan Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Banten Mahdani, Saat Meninjau PT. Polypex Di Kawasan Industri Moderland, Cikande Kabupaten Serang. (Arsip Pemrov Banten).

Sementara itu, Sales & Marketing Manager PT Modernland Realty Tbk-Modern Cikande Industrial Estate, Wahyu Hidayatullah memaparkan, di tengah pandemi Covid-19 pihaknya terus melakukan komunikasi dengan para calon investor dengan penawaran online.

"Cikande Modern Land masih terus survive dan pertumbuhan tidak minus. Kami terus melakukan komunikasi secara baik, seperti mengirimkan denah Modern by email," ungkap Wahyu.

Ketertarikan investor pada Cikande Modernland tidak terlepas dari ketersediaan fasilitas yang dimiliki oleh kawasan ini.

"Kami adalah kawasan terbesar yang lokasinya berada bagian barat dari Jakarta. Dengan total lahan seluas 3.175 hektare," katanya.

Selain itu, keunggulan lainnya, yakni Cikande ModernLand akan memiliki 'Kawasan Halal' pertama di Indonesia dengan luas total 500 hektare.

"Dari segi infrastuktur kami sangat lengkap. Kami dikelilingi dengan Kota Satelit seperti Karawaci, Alam Sutera. Ada RS, hotel, restaurant, dan arena golf dan jalan tol. 50 persen Kawasan kami sudah terpakai," tukas Wahyu lagi.

Selain itu, kemudahan izin dalam berinvestasi juga menjadi magnet para investor. Sejauh ini kawasan menyasar investor dalam negeri dan luar negeri.

"Luar negeri spesifiknya Asia Tenggara, China, Korea Selatan, Taiwan. Eropa : Jerman, Inggris, Australia, dan Amerika Serikat," ungkap Wahyu.

Baik Nur Wijayanto maupun Wahyu Hidayatullah sama-sama sepakat bahwa koordinasi dan sinergi antara pihaknya dengan pemerintah cukup penting. Karena itu pihaknya bersama Pemprov Banten terus melakukan kerjasama dan komunikasi khususnya dalam rangka sosialisasi, promosi kawasan dan kemudahan dalam perizinan.

Pemrov BantenWakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat menerima Menko PMK Muhajir Effendy. (Arsip Pemrov Banten).

Adapun Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Mahdani mengatakan, Banten memiliki keunggulan kompetitif jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Letaknya strategis dan infrastruktur yang menunjang, ditambah kemudahan perizinan berusaha lewat aplikasi SIPEKA yang terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS) yang praktis dan paperless.

Bersama Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten pihaknya segera akan mewujudkan Perizinan Berbasis Risiko yang siap dijalankan sesuai arahan pemerintah pusat.

Gubernur Banten Wahidin Halim dalam forum dialog bersama para Investor, Maret lalu menyebut bahwa pengusaha adalah mitra strategis pemerintah Provinsi Banten. Pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik kepada pengusaha yang memiliki komitmen membangun usaha bersama untuk membuka lapangan kerja.

"Kalau perusahaan maju, berarti perekonomian daerah juga maju," ungkap Wahidin Halim di ModernLand Cikande, Selasa, (30/3) lalu.

(osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK