Daftar BUMN yang Dapat Tambahan Modal

CNN Indonesia | Kamis, 15/07/2021 14:14 WIB
DPR menyetujui permintaan tambahan modal Rp105 triliun ke perusahaan pelat merah yang diajukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Berikut rincian BUMN penerimanya. DPR menyetujui tambahan modal Rp105 triliun bagi perusahaan pelat merah yang diminta oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi VI DPR menyetujui tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) bagi BUMN senilai Rp33,9 triliun untuk tahun ini. Selain itu, Komisi VI juga menyetujui PMN baru untuk usulan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 sebesar Rp72,449 triliun.

"Komisi VI DPR RI dapat menyetujui usulan tambahan Penyertaan Modal Negara tahun anggaran 2021 sebesar Rp33,9 triliun untuk penanganan covid-19 dan untuk menggerakkan perekonomian nasional," ujar Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima saat membaca kesimpulan rapat, Rabu (14/7).

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian BUMN, perusahaan pelat merah yang mendapatkan tambahan suntikan modal tahun ini sebanyak tiga BUMN.


Pertama, PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang dapat tambahan modal Rp7,9 triliun. Tambahan modal digunakan untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi.

Kedua, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI dengan jumlah tambahan modal Rp7 triliun. Tambahan diberikan sebagai dukungan dalam menjalankan proyek strategis nasional (PSN) PT LRT Jakarta senilai Rp2,7 triliun dan pemenuhan base equity Kereta Cepat Indo-China (KCIC) senilai Rp4,3 triliun.

Ketiga, PT Hutama Karya (Persero) yang dapat tambahan modal Rp19 triliun untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra.

[Gambas:Video CNN]

Sedangkan, PMN Rp71,44 triliun pada 2022  akan diberikan kepada 12 BUMN. Mereka adalah;

1. PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp31,35 triliun untuk mendukung pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra

2. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebesar Rp9,31 triliun yang digunakan untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan aviasi, serta pembebasan lahan dan penyelesaian proyek KEK Mandalika.

3. PT PLN (Persero) sebesar Rp8,23 triliun untuk program pendanaan infrastruktur ketenagalistrikan, membangun transmisi gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan periode 2021-2022.

4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) sebesar Rp7 triliun yang diberikan untuk penguatan modal guna meningkatkan tier I capital dan Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal.

5. PT KAI (Persero) sebesar Rp4,1 triliun yang diberikan untuk dukungan menjalankan PSN kereta cepat

6. PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar Rp3 triliun untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi

7. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI sebesar Rp2 triliun untuk restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

8. PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar Rp2 triliun untuk penyelesaian tol Yogyakarta-Solo, Yogya-Bawen, dan proyek SPAM Karian

9. Perum Perumnas sebesar Rp2 triliun untuk menyelesaikan penyediaan perumahan rakyat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),

10. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebesar Rp2 triliun untuk penguatan modal guna meningkatkan tier I capital dan CAR.

11. PT RNI (Persero) sebesar Rp1,2 triliun untuk penguatan industri pangan dan peningkatan inklusifitas petani, peternak, nelayan, dan UMKM

12. Perum Damri sebesar Rp250 miliar untuk penguatan modal serta penyediaan armada untuk program penugasan perintis.

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK