Okupansi Hotel Makassar Hanya 18 Persen Selama Pandemi

CNN Indonesia | Rabu, 21/07/2021 22:57 WIB
Okupansi hotel di Makassar hanya 18 persen selama pandemi corona. Rendahnya okupansi ini membuat sebagian hotel harus merumahkan karyawan. Okupansi hotel di Makassar hanya 18 persen selama pandemi corona.Ilustrasi. (davidlee770924/Pixabay).
Makassar, CNN Indonesia --

Okupansi hotel di Makassar, Sulawesi Selatan hanya 18 persen selama pandemi covid-19 dan pemberlakuan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga mengatakan hunian hotel dari awal pandemi yakni Maret 2020 sampai tahun ini terus merosot.

"Rata-rata okupansi di hotel-hotel yang ada di Makassar itu hanya berkisar 18 persen. Ini suatu keprihatinan. Bahkan tadi pagi saya dapat kabar ada hotel yang hanya 8 persen," kata Anggiat, Rabu (21/7).


Terkait gulung tikar, dia belum mendapatkan informasi dari pengusaha hotel. Namun, sebagian pengusaha memang telah merumahkan karyawan.

"Hingga saat ini belum ada hotel yang tutup. Tapi saya kira ini hanya menunggu waktu saja. Akan tetapi, terkait proses karyawan dirumahkan sudah pasti berlangsung atau karyawan yang bekerja hanya 15 hari dalam sebulan agar upahnya hanya 50 persen," ungkapnya.

Anggiat pun telah berkomunikasi dengan Wali Kota Makassar agar hibah sektor pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebesar Rp48,8 miliar dapat segera dicairkan.

"Kami diminta untuk merampungkan seluruh administrasi yang akan diberikan kepada kementerian (Kemenparekraf) agar dana hibah itu segera bisa dicairkan untuk menjadi paling tidak penopang dana bagi kami. Jumlah dananya hitungannya masih sama dengan yang lalu," jelasnya.

Anggiat mengaku optimis dana hibah untuk sektor pariwisata yang terkena dampak pandemi dapat dicairkan. Pasalnya, tahun lalu dana hibah tersebut sempat tidak bisa dicairkan karena keterlambatan proses administrasi.

"Belum ada kepastian kapan dicairkan. Tapi saat ini dalam proses persuratan kepada kementerian. Tapi saya yakin dan optimis, karena ketika kami video conference dengan pak menteri pastikan bahwa dana hibah yang tertunda di Makassar akan segera dicairkan. Karena Makassar ini kan jadi prioritas untuk dicairkan," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]



(mir/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK