Bocoran Erick Thohir soal IPO BUMN dan Anak Usaha

CNN Indonesia | Jumat, 30/07/2021 20:41 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir membuka BUMN dan anak usahanya yang akan IPO. Mereka adalah yang bergerak di bidang telekomunikasi, rumah sakit, energi dan logistik. Erick Thohir mendorong BUMN dan anak usahanya yang bergerak di sektor energi, logistik, rumah sakit dan telekomunikasi melantai di bursa. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan bocoran mengenai rencana penawaran saham kepada publik atau initial public offering (IPO) sejumlah BUMN maupun anak usahanya. Tanpa merinci nama perusahaan, ia menyebut BUMN dan anak usaha pada sejumlah sektor didorong untuk IPO antara lain sektor telekomunikasi, rumah sakit, energi, dan logistik.

"Saya tidak bisa spesifik di 2021, 2022, atau 2023 karena kembali, yang namanya perlindungan insider trading itu tidak boleh apalagi saya sebagai menteri," ujarnya dalam acara BUMN Sehat dan Kuat Demi Akselerasi Kebangkitan Ekonomi di CNBC Indonesia TV, Jumat (30/7).

Dari sektor telekomunikasi, ia memberikan sinyal IPO dari anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak pada bisnis pusat data (data center) dan tower telekomunikasi. Pertimbangannya, Telkom Indonesia tidak bisa lagi bergantung dari bisnis telepon.


"Telkom itu sekarang valuasinya saya anggap masih baik, tapi harus lebih baik apalagi dengan tadi perbaikan model bisnis yang ada. Telkom itu jangan terpaku menjadi (perusahaan) komunikasi saja, karena yang namanya data voice itu kan hilang sekarang, tidak ada income tapi bagaimana Telkom bertransformasi untuk service company," ujarnya.

Lalu, ia juga mendorong sub holding PT Pertamina (Persero) yang bergerak pada bisnis transportasi logistik laut (marine logistic) untuk IPO. Sedangkan, dari sektor energi ia mendorong holding BUMN panas bumi atau geothermal yang akan dibentuk nantinya melantai di pasar modal.

Seperti diketahui, holding BUMN geothermal ini rencananya terdiri dari anak usaha PLN, PT PLN Gas & Geothermal dan PT Indonesia Power (IP) yang akan dikelola di bawah PT Pertamina Geothermal Energi (Persero) yang merupakan anak usaha Pertamina. Erick menuturkan rencana holding itu sudah mendapatkan lampu hijau dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Kemarin bagaimana (rencana) memergerkan PLN, Pertamina geothermal, apalagi disambut baik oleh Bu Menkeu karena beliau punya Geo Dipa (PT Geo Dipa Energi) yang bisa ikutan dalam grup ini. Ini bagian dari renewable energy ke depan, yang namanya eco lifestyle dan kita tidak boleh terjebak di fosil, dunia sudah berubah," ujarnya.

Terakhir, ia mengisyaratkan IPO dari holding rumah sakit di bawah induk holding PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika IHC). Targetnya, pengembangan bisnis holding RS ini bisa menghasilkan kawasan wisata kesehatan di Bali, sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu jauh-jauh terbang ke luar negeri untuk berobat atau terapi kesehatan.

"Kami lakukan juga di tempat lain seperti di kesehatan group holding RS, ini potensi ke depan untuk kami lakukan corporate action secara terbuka kenapa? Jumlahnya, sekarang 70 tapi kan kami mau jadi 150," katanya.

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK