Kemnaker Cek Data 1 Juta Pekerja Calon Penerima BLT Gaji

CNN Indonesia | Senin, 02/08/2021 13:44 WIB
Kemnaker masih mengecek data 1 juta pekerja calon penerima BLT subsidi gaji yang diserahkan BPJS Ketenagakerjaan akhir pekan lalu. Kemnaker masih mengecek data 1 juta pekerja calon penerima BLT subsidi gaji yang diserahkan BPJS Ketenagakerjaan akhir pekan lalu. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Ketenagakerjaan mengatakan masih mengecek data calon penerima bantuan langsung tunai (BLT) atau bantuan subsidi upah (BSU) yang telah diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Lembaga tersebut memberikan 1 juta data calon penerima ke Kementerian Ketenagakerjaan pada Jumat (30/7) lalu.

"Saat ini kami cek kembali, sehingga secara administrasi lengkap," ungkap Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/8).


Anwar mengatakan pencairan subsidi upah baru akan dilakukan setelah pengecekan data yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan selesai. Namun, ia tak menyebut kapan pastinya pencairan akan dilakukan.

"Segera kalau semua sudah clear dan clear. Clear segala regulasi dan tata kelolanya dan clean datanya," ujar Anwar.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pihaknya akan mengecek ulang data yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dilakukan untuk menghindari ada duplikasi data.

"Variabel kelengkapan data yang dicek seperti nomor rekening, NIK, sektor usaha. Lalu kami melakukan pemadanan data penerima bantuan lainnya," ucap Ida.

[Gambas:Video CNN]

Ia meminta pekerja yang bergaji Rp3,5 juta untuk melengkapi data nomor rekening kepada masing-masing perusahaan tempat mereka bekerja. Lalu, perusahaan juga harus segera mendaftarkan karyawannya menjadi peserta jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan agar mendapatkan BSU.

"Hal ini akan memperlancar penyaluran bantuan. Pemerintah berharap dapat membantu meringankan beban ekonomi buruh," jelas Ida.

Diketahui, BSU akan disalurkan kepada sekitar 8 juta buruh. Masing-masing buruh akan mendapatkan bantuan Rp500 ribu per bulan selama dua bulan, sehingga total bantuan mencapai Rp1 juta.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK