Lion Air Kembalikan 6 Pesawat ke Australia

CNN Indonesia | Senin, 09/08/2021 10:12 WIB
Lion Air mengembalikan 6 armada pesawat ke Alice Spring, Australia, karena kondisi pandemi berdampak pada bisnis maskapai penerbangan swasta tersebut. Lion Air mengembalikan 6 armada pesawat ke Alice Spring, Australia, karena kondisi pandemi berdampak pada bisnis maskapai penerbangan swasta tersebut. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lion Air Group akan mengembalikan 6 pesawat ke Alice Spring, Australia. Keputusan itu diambil karena kondisi pandemi covid-19 yang berdampak pada bisnis maskapai penerbangan swasta tersebut.

"Dari 299 armada (pesawat udara) yang dioperasikan, baik skema finance lease maupun operating leas , terdapat 6 (enam armada) yang dikirim ke Alice Spring, Australia, lokasi yang disepakati bersama lessor," ujar Corporate Communications Strategis Danar Mandala Prihantoro melalui keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia pada Senin (9/8).

Danang menjelaskan keputusan pengembalian pesawat dilakukan demi memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan.


Ia mengatakan Lion Air sudah melakukan negosiasi dengan semua mitra, di mana 90 persen di antaranya menghasilkan keputusan bersama.

"Lion Air Group menilai (menurut hemat kami) tepat dan menjadi salah satu solusi terbaik, mengingat kondisi pasar (market) yang ada saat ini mengalami penurunan, sehingga perlu mengurangi jumlah pesawat udara," terang dia.

Menurut Danang, pengembalian pesawat ini bakal memberikan dampak yang efisien, dan kemampuan menyesuaikan kapasitas angkut penumpang dan kargo, termasuk mendukung operasional serta kinerja Lion Air setelah melakukan direstrukturisasi hingga penurunan harga.

Danang memastikan Lion Air masih menjalankan operasional sesuai permintaan pasar.

Ia juga menuturkan pesawat yang belum beroperasi juga dipastikan selalu dalam perawatan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

Sebelumnya, Lion Air Group merumahkan 8.000 pegawainya akibat penurunan jumlah penerbangan selama pandemi covid-19. Jumlah itu mencakup 25-35 persen pegawai yang dipekerjakan perusahaan tersebut.

[Gambas:Video CNN]



(fey/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK